WWW.KABARNUSANTARA.ID

Satu Informasi Untuk Nusantara

Dalam Acara FKMTHI Polda Kaltimsel Mengajak Mahasiswa dan Kepolisian Harus Bersatu Melawan Radikalisme

2 min read

KABAR NUSANTARA – Kabar Organisasi, AKP Sugeng dari Polda Kalimantan Selatan menyampaikan materi bahaya radikalisme pada konsorium nasional pelantikan pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI ) Senin, (16/08/18) yang dilaksanakan di UIN Antasari, beliau memaparkan bahayanya radikalisme yang tersebar selama ini di masyarakat.

Acara yang diselenggarakan oleh FKMTHI dengan pembentukan kepanitiaan dari pengurus Wilayah Kalimantan Selatan ini, berjalan dengan lancar, diawali dengan sambutan dari Sekjend atau Ketua Umum FKMTHI yaitu Ach.

Pengalungan sorban dari Wali Kota H Ibnu Sini Kepada Ketua Umum Terpilih Ach. Sayuti

Sayuti dalam kesempatan tersebut memaparkan beberapa hal terkait sejarah terbentuknya FKMTHI sampai bisa memberikan eksistensinya pada saat ini.

Sementara Rektor Kampus UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahaman dan Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu sini yang mengapresiasi penyelenggaraan acara ini bahkan mendukung sepenuhnya kegiatan FKMTHI.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan acara simposium nasional tentang cegah Radikalisasi yang disampaikan langsung oleh AKP Sugeng sebagai perwakilan dari Polda Kalimantan Selatan, dengan durasi dua jam.

“Awal munculnya radikalisme serta pengaruh terhadap sistem kepemerintahan yang ada di Indonesia. Radikalisme yang bisa saja muncul dari berbagai aspek diantaranya komunitas komunitas yang terbentuk lalu menyebarkan konflik jihad dengan mengatasnamakan Islam,”Ujar Sugeng.

Bahkan menurut sugeng hal tersebut sangat berbahaya pasalnya akan menghancurkan ketahanan Negara yang sudah dibangun dengan landasan pancasila.

“Mahasiswa harus berperan penting untuk mencegah radikalisme yang selama ini sedikit demi sedikit mulai tersebar, mahasiswa sudah harus bersinergi dengan pemerintah atau kepolisian untuk menindaklanjuti jikalau ada isu terkait radikalisme di lingkungan sekitar agar hal ini bisa diselesaikan bersama melalui  jalur hukum Negara ini,”Jelasnya.

Jangan sampai main hakim sendiri yang pada akhirnya radikalisme dilawan dengan radikalisme lagi.

( Hudori )

Tinggalkan Balasan