WWW.KABARNUSANTARA.ID

Satu Informasi Untuk Nusantara

Melawan dan Teriaki Polisi Begal, Komplotan Maling Ini Terpaksa Didor

2 min read

Anggota komplotan maling kendaraan bermotor hanya tertunduk saat diperlihatkan kepada media (foto: Jay Wijaya/Kabar Nusantara)


GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Enam orang komplotan maling kendaraan bermotor di Garut, Jawa Barat ini, entah nekad entah kepeped. Saat disergap petugas di kawasan Kerkof Jl. Merdeka, Tarogong Kidul, mereka melawan, bahkan meneriaki polisi dengan kata “begal”.

Tak ayal, mereka terpaksa didor dengan timah panas.

“Terpaksa petugas bertindak secara terukur untuk melumpuhkan mereka,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, kepada media di Mapolres Garut, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Kapolres, mereka komplotan asal Garut Selatan. Dalam menjalankan aksinya, setiap anggota memiliki peran berbeda.

“Mereka dalam operasinya berbagi peran. Ada yang memantau situasi, ada yang mengelabui suasana, dan yang mengeksekusi. Targetnya kendaraan yang bisa cepat dinyalakan,” jelasnya.

Wilayah operasi komplotan ini, lanjut Kapolres, Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan Kecamatan Karangpawitan serta daerah sekitarnya.

Baca Juga:

Empat Polisi Kena Tusuk Terduga Teroris

Polres Garut Berikan Bantuan kepada Irawan Korban Selamat Kelompok Bersenjata Papua

Ada pun barang bukti yang diamankan dari para tersangka, 10 sepeda motor berbagai merk, dua buah handphone, empat domper kulit, dan beberapa anak kunci T.

“Kendaraan hasil curian komplotan tersebut, ada yang dijual ke wilayah Tasikmalaya, dan Garut Selatan, serta ada pula yang dipakai sendiri,” jelas Kapolres.

Para pelaku, lanjut Kapolres, akan dikenakan pasal 363, junto pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing 5 tahun penjara.

“Untuk komplotan pelaku curanmor ini masih ada orang 5 orang yang masih dalam pengejaran,” katanya.

Komplotan ini, menurut Budi, menjalankan operasinya sejak dari tahun 2016, namun barang bukti yang diamankan ini merupakan laporan dari tahun 2017 sampai dengan 2019.

“Seluruhnya ada 26 laporan. Yang sedang kita tangani 15 laporan, sisanya masih on progres,” jelasnya.

Reporter : Jay
Editor: Mustika

Tinggalkan Balasan