Polsek Samarang Beri Santunan untuk Keluarga Petugas KPPS Meninggal Dunia

Anggota Polsek Samarang menyerahkan santunan kepada istri Almarhum Hillal Ramdani, Jumat (26/4/2019). (foto: istimewa)



GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Anggota Polsek Samarang, Kabupaten Garut, memberikan santunan kepada keluarga Hilal Ramdani (28) petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara TPS 10, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, yang meninggal dunia Kamis (25/4/2019) malam tadi.

Santunan diberikan saat takziah ke rumah duka di Kampung Pogor RT 03/06, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Jumat (26/4/2019) pagi tadi. Anggota Polsek Samarang yang hadir di rumah duka mewakili Kapolsek Samarang, adalah Babinkamtibmas Desa Cintarasa Brigadir Novan Wahyu bersama Bripka Ucu Rano. Kedatangan mereka didampingi Ketua PPS Desa Cintarasa, Asep.

Bacaan Lainnya
banner 300600

Baca juga :

Sempat Pingsan di TPS, Hilal Petugas KPPS di Samarang Meninggal di RSU dr. Slamet

“Almarhum gugur sebagai Pahlawan Demokrasi karena menunaikan tugas negara menyelenggarakan Pemilihan Umum,” kata Brigadir Novan usai dari rumah duka.

Santunan diterima oleh istri almarhum Hilal, Susi Susanti (22). Dalam kesempatan itu, atas nama Kapolsek Samarang dan seluruh anggotanya, ia menyatakan ikut bela sungkawa atas meninggalnya Hilal.

“Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah, semua amal baiknya dibala dengan pahala yang berlipat ganda, dan diampuni semua dosa-dosanya,’ jelasnya.

Diberitakan, Hilal Ramdani (28), meninggal di RSU dr. Slamet Kamis (25/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB tadi malam.

Hilal dirawat sejak Jumat tanggal 19 April 2019 lalu setelah pingsan di TPS pada hari pemungutan suara Rabu (17/4/2019). Diduga hilal kelelahan sehingga penyakitnya kambuh dan akhirnya tak terselamatkan.

Saat pemungutan suara berlangsung pada Rabu lalu, Hilal sempat tak sadarkan diri di TPS-nya sekitar pukul 09.00.

Baca juga :

Rini Indriani dari Wanaraja Juara I Lomba Selfie di TPS KPU Garut

Setelah dirawat di rumah dua hari, Hilal pun dibawa ke RSU dr. Slamet karena kesehatannya tak kunjung membaik. Menurut keluarganya, pada hari Senin (22/4/2019) Hilal sempat dioperasi usus buntu. Namun terjadi pendarahan cukup hebat sehingga kondisinya kritis dan mendapatkan transfusi darah sebanyak 5 labu. Dan Allah berkehendak lain, tadi malam Hilal menghadap Sang Khalik.

Dengan demikian, jumlah petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Garut yang meninggal hingga hari ini, Jumat (26/4/2019), sebanyak dua orang. Selain Hilal Ramdani, juga Asep Sumer, pengawas pemilu di Kecamatan Banjarwangi.

Reporter : MD
Editor: Mustika

Pos terkait

Tinggalkan Balasan