Ini Cerita Siti Yudha Yang di Bohongi Oknum Pengurus DPD Gerindra Jabar Dalam Pencalegan

Siti Yudha Kader Gerindra

KABAR NUSANTARA – Kabar Politik Jabar, Setelah tau dirinya tidak masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) Siti Yudha yang dikenal Warga Garut sebagai aktifis penggiat lingkungan  itu, membeberkan adanya oknum yang memberikan informasi palsu kepada dirinya, saat di hubungi redaksi www.kabarnusantara.id melalui sabungan telpon whatsapp Siti Yudha membenarkan ada oknum Pengurus DPD yang memberikan informasi Palsu kepada dirinya.

“Saya sudah mengikuti prosedur, dari pendaftaran administrasi sampai persyartan kelengkapan lain nya, tiba-tiba saya tidak di daftarkan,”Ungkap Siti Yudha.

Bacaan Lainnya
banner 300600

Bahkan Politisi Gerindra Asal Garut itu menyebut oknum pengurus DPD berinisial (IM) dan (I) tidak memberikan informasi apapun setelah menerima sejumlah uang untuk registrasi pendaftaran caleg.

“Terus setelah terima uang, tidak ada lagi arahan harus seperti apa dari yang bersangkutan sebagai penerima uang, tiba-tiba setelah itu saya dipermainkan dengan arahan yang salah dan tidak akurat, mereka ngasih info jonk, sebelumnya bilang persyaratan tidak apa-apa menyusul tiba-tiba tidak lolos ini kan jelas manipulasi informasi,”Jelas Siti, Rabu (01/08/18).

Siti menambahkan bahwa sebagai kader asli gerindra dirinya merasa heran dengan lolosnya salah satu calon legislatif gerindra diluar partai, padahal siti merasa dirinya sudah menempuh persyaratan DCS sesuai prosedur.

“Saya sudah laporkan masalah ini kepada pak Enan Ketua DPC Gerindra Garut, bahkan kepada Ketua DPD Gerindra Jabar Pak Mulyadi, namun tidak di gubris oleh yang bersangkutan sampai saat ini, saya merasa bingung, karena saya dan haji mimid sebagai kader asli gerindra dan putra daerah, tidak lolos,”Tambah Siti.

Siti menyesalkan adanya informasi bahwa dirinya sudah di daftarkan yang menyebabkan dirinya berjuang keras untuk meraih dukungan dari masyarakat dan melakukan transfer uang untuk pembayaran.

“Kalo tau dari awal saya tidak masuk saya gakan toh-tohan, mengurus persyaratan ke pengadilan, buat skck di polda yang lumayan menyita waktu dan materi juga itu kang, sayapun tidak akan transfer uang untuk administrasi kalo tau begitu, ternya informasi yang di dapatkan oleh saya waktu itu masih bisa , dua hari lagi, gak papa,”.

Pendiri Komunitas Perempuan Mandiri itu menuntut tanggung jawab kepada orang DPD Gerindra Jabar (IM) dan (I) agar memasukan dirinya ke DCS Daerah Minimalnya, karena DCS masih bisa di rubah.

“Kalo memang bener masih bisa mana buktinya saya tidak ada dalam DCS, saya menuntut untuk memasukan saya ke DCS minimalnya tingkat daerah kalo sudah tidak bisa, karena di daerah masih bisa di rubah, kalo provinsi sudah tidak bisa atau kembalikan uang transferan saya,”Tegas Siti.

(van/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan