Bayi yang Dikubur Hidup-hidup di Purwakarta Makin Kritis. Netizen, “Ya Allah Selamatkanlah”

Bupati Purwakarta Hj. Anne menjenguk bayi yang dikubur hidup-hidup ibunya (foto: Istimewa)


GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Ya Allah selamatkanlah! Doa dan harapan itu terlontar dari netizen dan warga saat mengetahui kondisi Dian Asriyani, bayi berumur lima bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya di Purwakarta, Jawa Barat, kini masih kritis.

Hingga Rabu (3/4/2019) pagi tadi, atau hari kedelapan dirawat intensif di ruang PICU NICU RSUD Bayu Asih Purwakarta, kondisi Dian belum membaik. Di paru-parunya masih terdapat pasir. Dian pun masih ditopang alat-alat medis, di antaranya ventilator (alat bantu pernapasan), obat pemacu jantung dan kasur penghangat.

Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis kepada sejumlah wartawan mengatakan, kondisi bayi itu masih kritis. “Tapi saat diberi rangsangan masih ada respon, tapi hidupnya perlu ditopang alat-alat medis,” katanya.

Agung menambahkan, tim dokter pun belum bisa mengeluarkan pasir dari paru-paru Dian karena kondisi bayi yang belum stabil.

Baca juga

Nelayan pandeglang Dapatkan Bantuan Perahu Dari PKPU HI

Kader PPP Hj. Nurhayati Yakin Bakal Kembali Raih Kursi di DPR RI, Ini Alasannya

Meskipun secara medis kondisi Dian kecil kemungkinan berangsur stabil, lanjutnya, namun pihak RSUD Bayi Asih akan berusaha semakisimal mungkin melakukan penyelamatan.

Kasus bayi dikubur hidup-hidup oleh ibunya di Purwakarta ini membuat geger Jawa Barat, bahkan masyarakat Indonesia.

Dian dikubur hidup-hidup oleh ibunya, War (35) yang menderita gangguan jiwa. Bayi perempuan itu dikubur di sekitar rumahnya di Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes, pada Rabu (27/3/2019).

War yang sudah beberapa bulan mengalami depresi, saat itu berkata kepada adiknya, Siti Atikah (33) bahwa bayinya hilang ada yang menculik.

Siti Atikah yang curiga dengan pengakuan War, langsung mencari keberadaan bayi. Secara kebetulan, beberapa saat sebelum mengaku kehilangan bayinya, War sempat kepergok menggali lubang di belakang rumah. Siti Atikah pun langsung mencari bayi ke tempat itu. Benar saja, Dian, sang bayi malang itu, terkubur di lubang tersebut.

Pihak Polres Purwakarta kini masih melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap War. Bahkan sejak Selasa (2/4/2019), War dirujuk ke RSHS Bandung untuk memastikan kondisi kejiwaan wanita itu.

Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta Agung Darwis menyatakan, dari hasi pemeriksaan sementara, ibu si bayi memang mengalami depresi berat dengan gejala psikotik atau kelainan jiwa yang menimbulkan halusinasi berat.

“Untuk mendalami dan meyakinkan diagnosa, ibu si bayi dirujuk ke RSHS di Bandung. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaannya, sekaligus untuk barang bukti penyelidikan yang ditangani oleh Polres Purwakarta,” jelasnya.

Laporan : MR

Editor : Mustika

Pos terkait

Tinggalkan Balasan