WWW.KABARNUSANTARA.ID

Satu Informasi Untuk Nusantara

Teten Masduki Sarankan Presiden Jadikan Garut Percontohan Pembibitan Bambu di Indonesia

2 min read

Teten Masduki Mentri Koperasi dan UKM RI saat sambutan dalam acara selaawi bamboo Festival 2021 (Dok : Management Sadis)

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Dalam Acara Selaawi Bamboo Festival 2021 menjadi salah satu kegiatan yang monumental bagi Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahkan Pemerintah Daerah (Pemda) Garut berharap kegiatan itu naik kelas menjadi agenda rutin wisata tanah air.

“Bambu ini yang asalnya masyarakat kita pakai, untuk hal-hal yang biasa, sekarang terbalik justru menjadi maskot di Kabupaten Garut bahkan maskot Jawa Barat,” ungkap Wakil Bupati Helmi Budiman, di Gedung Selaawi Bamboo Creative Center (SBCC).

Helmi juga menyebut jika potensi bambu Selaawi yang melimpah bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Jawa Barat itu terbiasa dengan bangunan-bangunan dari bambu, dan mudah-mudahan juga menjadi maskotnya Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki yang telah mengusulkan kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk menjadikan bambu sebagai komoditas utama, termasuk menunjuk Kabupaten Garut sebagai percontohan pembimbitan bambu di Indonesia.

Hal tersebut juga diperkuat dengan dukungan kuat dari pemerintah dalam realisasi pembangunan gedung SBCC, termasuk dalam gelaran kegiatan festival bamboo tersebut. “Dan tentu ini adalah dukungan dari semua pihak,” kata dia.

Menkop UKM RI, Teten Masduki mengapresiasi ide brilian Camat Selaawi, Ridwan Effendi untuk menjadikan Selaawi sebagai Kota Bambu. “Kalau Festival bambu ini diselenggarakan setiap tahun dan ini bisa menjadi kalender nasional, ini akan lebih bagus,” ujar dia.

Dalam meningkatkan produktifitas bambu perlu melakukan revitalisasi rumpun bambu yang memenuhi syarat ekologis, termasuk diversifikasi produk bambu menjadi produk lain yang lebih ciamik, selain sebagai perkakas rumah tangga.

“Mungkin juga jenis furniture dan juga yang lainnya,” kata dia.

Teten mencontohkan penduduk Cina mampu menghasilkan pendapatan hingga 28 persen dari komoditas bambu. “Bayangkan besar sekali, Indonesia 4 kali lipat produktifitas bambunya,” kata dia.

Melihat besarnya potensi bambu tanah air, termasuk Selaawi di kabupaten Garut, Teten berharap pemda dan masyarakat sekitar lebih aktif dalam menghasilkan ragam produksi yang menarik.

“Kalau kita optimumkan, ini kan bisa melebihi dari perdagangan kayu, kayu itu kan hanya 10%, justru bambu ini yang paling besar,” ujarnya.

Selain itu Pembina Yayasan Bambu Indonesia, sekaligus Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, Yuddy Chrisnandi, menyebut jika kedatangan Menteri Koperasi dan UKM merupakan bentuk dukungan langsung dari pemerintah pusat, dalam pengembangan inovasi kampung bambu yang digagas camat Selaawi Ridwan Efendi.

”Bambu ini merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia yang harus kita jaga, harus kita lestarikan dan kita kembangkan,” kata dia.

Ridwan Efendi sebagai Camat Selaawi berharap diresmikannya kawasan SBCC di Wilayahnya itu, menjadi tempat edukasi, pertunjukan yang nantinya bisa membangkitkan ekonomi masyarakat setempat.

“Semoga tempat ini bermanfaat bagi kemajuan ekonomi masyarakat di selaawi, membuat masyarakat ini semakin produktif,”ujarnya.

Tinggalkan Balasan