KABARNUSANTARA.ID - Kondisi pasar energi global menunjukkan tanda-tanda relaksasi pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026. Penurunan harga minyak mentah ini terjadi menyusul adanya pernyataan diplomatik yang memberikan harapan baru bagi stabilitas pasokan energi dunia di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari AFP, sentimen positif ini muncul setelah adanya kepastian mengenai perlindungan terhadap infrastruktur energi vital. Investor mulai merespons dengan tenang seiring dengan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

"Saat ini Iran sedang berada dalam posisi yang hancur dan kami memprediksi peperangan ini akan selesai jauh lebih awal daripada yang dikhawatirkan oleh pasar global selama ini," ujar Benjamin Netanyahu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan kontribusi terhadap penurunan tensi pasar melalui kebijakan militernya. Trump menegaskan bahwa pasukan sekutu tidak akan menjadikan fasilitas energi di Teheran sebagai target serangan, guna menghindari krisis energi yang lebih luas.

"Israel dan Amerika Serikat kini memegang kendali penuh di posisi unggul, terutama karena Iran sudah kehilangan kemampuan teknis untuk memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik," kata Benjamin Netanyahu.

Meskipun terdapat tren penurunan harga, pasar saham global masih menunjukkan kewaspadaan tinggi karena konflik telah memasuki pekan keempat. Harga minyak mentah dunia saat ini bertahan di level psikologis US$100 per barel akibat penutupan jalur distribusi utama di Selat Hormuz.

"Kami berkomitmen untuk membantu Amerika Serikat dalam mengamankan Selat Hormuz guna menjamin kelancaran aliran seperlima pasokan minyak dan gas dunia yang melintasi jalur tersebut," ucap Benjamin Netanyahu.

Pada penutupan perdagangan Jumat, minyak jenis Brent tercatat berada di posisi US$108 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada kisaran US$94 per barel, menunjukkan koreksi dari level tertinggi sebelumnya.

"Saya telah meminta secara langsung kepada Netanyahu agar tidak melakukan serangan terhadap ladang gas milik Iran demi menjaga stabilitas pasar," ungkap Donald Trump.