KABARNUSANTARA.ID - Puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Garut diperkirakan telah terlewati pada tengah pekan ini. Kondisi lalu lintas terpantau sangat padat sejak Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis (19/3/2026) dini hari.

Volume kendaraan yang meningkat tajam menyebabkan antrean panjang di dua jalur utama kawasan tersebut. Situasi ini memaksa pihak kepolisian untuk mengambil langkah diskresi demi kelancaran arus lalu lintas yang menuju arah timur.

"Sistem satu arah atau one way telah diberlakukan sebanyak 28 kali guna mengurai kepadatan kendaraan yang mengular di sepanjang jalur utama," ujar pihak kepolisian setempat dilansir dari laporan sumber terkait.

Kemacetan parah dilaporkan melanda jalur arteri Limbangan-Malangbong yang menjadi rute krusial bagi para pemudik. Jalur ini merupakan urat nadi utama yang menghubungkan Jakarta dan Bandung menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ekor kendaraan terpantau memanjang hingga mencapai kisaran 15 kilometer di beberapa titik. Antrean ini didominasi oleh kendaraan pribadi dan bus antarkota yang terjebak dalam kepadatan arus.

Titik kemacetan mulai terlihat dari kawasan Nagreg hingga menjalar ke arah Pasar Tradisional Limbangan. Kendaraan hanya bisa bergerak merayap akibat tingginya volume kendaraan yang bertemu dengan aktivitas warga di sekitar pasar.

Selain itu, kepadatan juga menyergap kawasan Bandrek hingga wilayah Lewo yang menuju ke arah Malangbong. Penumpukan volume kendaraan di titik-titik tersebut memperlambat laju arus mudik secara signifikan dibandingkan hari biasanya.

Petugas di lapangan terus berupaya melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif selama 24 jam penuh. Skema rekayasa lalu lintas tetap menjadi opsi utama untuk mencegah stagnasi kendaraan yang lebih parah di jalur arteri.

Para pengendara diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan jauh di lintas selatan ini. Ketersediaan bahan bakar dan perbekalan juga menjadi hal penting mengingat adanya peningkatan durasi perjalanan.