KABARNUSANTARA.ID - Sosok nabi seringkali dijadikan panutan, tidak hanya dalam ajaran spiritual tetapi juga dalam pola hidup yang mengarah pada kesuksesan. Bagi banyak orang, mencapai puncak kesuksesan dan kekayaan merupakan dambaan tertinggi dalam perjalanan hidup mereka.
Secara mengejutkan, seorang pebisnis dari Amerika Serikat berhasil menorehkan kesuksesan luar biasa dan mengumpulkan kekayaan melimpah. Kesuksesan ini diraihnya setelah ia secara konsisten menerapkan filosofi hidup yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh.
Pria yang dimaksud adalah David Steward, yang berasal dari Missouri, Amerika Serikat. Menurut data Forbes, Steward kini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai US$12,4 miliar, atau setara dengan Rp208 triliun.
Inspirasi utama Steward datang dari keteguhan hati Nabi Nuh yang tetap teguh mengerjakan perintah penting meski mendapat cemoohan luas dari lingkungannya. Kisah ini merujuk pada periode ketika Nabi Nuh membangun bahtera besar sebagai persiapan menghadapi banjir dahsyat yang diperintahkan Tuhan.
Nabi Nuh diperintahkan Tuhan untuk membangun sebuah bahtera raksasa yang mampu menampung manusia, hewan, dan tumbuhan sebagai persiapan mitigasi bencana alam. Proses pembangunan ini berlangsung lama dan menarik perhatian serta kritik dari masyarakat sekitar.
Meskipun mendapat berbagai ujaran kebencian dan dianggap aneh karena membangun perahu di tengah kondisi tanpa bencana, Nabi Nuh tidak menghentikan pekerjaannya. Ketika banjir besar akhirnya tiba, bahtera tersebut sukses menyelamatkan Nabi Nuh, keluarganya, umatnya, serta berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
David Steward mengungkapkan bahwa kritik dan pandangan negatif adalah hal yang lumrah ketika seseorang memiliki ambisi besar dalam hidupnya. "Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu," kata Steward kepada Forbes pada 2004, dikutip Kamis (19/3/2026).
Latar belakang Steward sendiri telah diwarnai tantangan diskriminasi sejak masa kecil karena statusnya sebagai individu kulit hitam dan berasal dari kalangan ekonomi bawah. Saat mengenyam pendidikan, ia bahkan harus mengalami segregasi rasial yang membatasinya karena peraturan pemisahan ras.
Ketika Steward memutuskan untuk memulai bisnis pada era 1990-an, ia kembali menghadapi gelombang cemoohan serupa yang ia lihat dalam kisah Nabi Nuh. Namun, berbekal pelajaran dari kisah Nabi Nuh, David Steward yang lahir pada 2 Juli 1951 itu tidak gentar dan bertekad melanjutkan visinya.