KABARNUSANTARA.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, warga yang sebelumnya terdampak kebijakan penutupan aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Bogor kini mulai merasakan kelegaan signifikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah konkret dengan kembali mendistribusikan bantuan kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak kebijakan tersebut.

Total terdapat sebanyak 5.600 kepala keluarga penerima manfaat yang mendapatkan alokasi bantuan lanjutan dari pemerintah provinsi. Distribusi bantuan ini merupakan upaya mitigasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh penghentian operasional pertambangan di daerah tersebut.

Penyaluran bantuan kompensasi tersebut difokuskan secara strategis di tiga kecamatan yang dianggap paling merasakan dampak penutupan tambang. Tiga wilayah tersebut meliputi Kecamatan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin, sesuai dengan data terverifikasi pemerintah daerah.

Proses distribusi bantuan ini dilaksanakan secara bertahap menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri, memberikan suntikan dukungan finansial bagi warga dalam menyambut hari besar keagamaan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi, turut memberikan keterangan resmi mengenai pelaksanaan penyaluran bantuan ini. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menindaklanjuti dampak kebijakan penutupan tambang.

Ade Afriandi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan saat ini merupakan bagian integral dari skema penyaluran tahap keempat. Tahapan ini memastikan bahwa seluruh warga yang terdata sebagai terdampak mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dari otoritas provinsi.

"Bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran tahap keempat bagi masyarakat terdampak kebijakan penutupan tambang," jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Ade Afriandi.

Penyaluran kompensasi tahap keempat ini mengindikasikan adanya pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi ekonomi warga pasca-penutupan tambang. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan keberlanjutan hidup masyarakat lokal berjalan stabil.

Warga di tiga kecamatan tersebut kini dapat merayakan Idul Fitri dengan sedikit lebih tenang berkat adanya dukungan finansial tambahan ini. Ini menjadi penanda bahwa aspirasi masyarakat telah didengar dan direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.