KABARNUSANTARA.ID - Kisah Samuel Bellamy, seorang pria yang lahir pada 23 Februari 1689, bermula dari penolakan cinta yang menyakitkan. Ia berupaya meminang Maria Hallet, namun lamarannya ditolak mentah-mentah oleh keluarga wanita tersebut karena masalah status ekonomi.

Keluarga Hallet, yang merupakan tuan tanah terpandang, memandang Bellamy hanya sebagai pelaut rendahan yang jauh dari kata mampu. Penolakan pahit ini menjadi titik balik yang mendorong Bellamy untuk mengubah nasibnya dengan cara yang ekstrem.

Motivasi balas dendam ini terungkap dalam paparan Colin Woodard melalui bukunya yang terbit tahun 2007, "The Republic of Pirates: Being the True and Surprising Story of the Caribbean Pirates and the Man Who Brought Them Down".

"Ini terungkap dari paparan Colin Woodard dalam The Republic of Pirates: Being the True and Surprising Story of the Caribbean Pirates and the Man Who Brought Them Down (2007)," tulis Woodard.

Demi mencapai kekayaan yang didambakan, Bellamy memulai perburuannya mencari harta karun di berbagai belahan lautan. Perburuan pertamanya yang signifikan terjadi di sekitar Semenanjung Florida pada tahun 1716.

Saat itu, Bellamy mendapat informasi mengenai sebuah kapal dagang Spanyol yang tenggelam, diduga membawa muatan emas dan perak dalam jumlah besar. Untuk misi ini, ia menggandeng seorang pengrajin emas bernama Palgraves Williams saat berlayar dari Massachusetts.

Awalnya, upaya pencarian harta karun tersebut tidak membuahkan hasil maksimal; ia hanya berhasil mengamankan beberapa keping logam mulia, sementara peti-peti harta karun utama belum ditemukan. Kegagalan ini mendorongnya untuk beralih profesi menjadi seorang bajak laut.

Setelah beralih menjadi bajak laut, Bellamy mulai membangun kru yang terdiri dari orang-orang terampil yang dibutuhkan untuk operasi perampokan di lautan. Kehidupan Bellamy berubah drastis ketika ia dan timnya mulai menargetkan kapal-kapal dagang di jalur perdagangan global, seperti di Teluk Honduras.

Titik balik kekayaan Bellamy terjadi pada tahun 1717 melalui perampokan besar terhadap kapal Inggris bernama Whyndah. Kapal tersebut membawa muatan budak asal Afrika serta ribuan kilogram harta karun berupa emas, berlian, dan perak.