KABARNUSANTARA.ID - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mengambil sikap hati-hati dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan diselenggarakan pada Selasa, 17 Maret 2025 mendatang. Keputusan ini akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi dan geopolitik di kancah internasional.
Proyeksi pasar menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level yang sama, yaitu 4,75 persen. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan eksternal yang semakin meningkat.
Ketidakpastian ekonomi global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga. Kondisi ini menciptakan tantangan signifikan bagi stabilitas pasar keuangan domestik.
Ancaman perang yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia diketahui menjadi pemicu utama meningkatnya volatilitas di pasar komoditas dan investasi global. Hal ini secara langsung berdampak pada prospek inflasi Indonesia.
Selain tekanan inflasi, nilai tukar Rupiah juga menjadi sorotan utama dalam pengambilan keputusan moneter ke depan. Geopolitik yang memanas seringkali menyebabkan investor menarik modalnya dari pasar berkembang.
Informasi mengenai proyeksi kebijakan moneter ini merupakan bagian dari diskusi mendalam yang dilaksanakan dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia. Acara tersebut membahas implikasi situasi global terhadap kebijakan domestik.
FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama, menjadi narasumber kunci dalam analisis situasi ini. Diskusi tersebut dipandu oleh Syarifah Rahma dan Shania Alatas, yang menggali lebih dalam mengenai prospek suku bunga.
"Bank Indonesia dalam RDG Bank Indonesia Selasa, 17 Maret 2025 diproyeksi masih akan menahan level suku bunga acuan di 4,75% sejalan dengan kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang mengancam inflasi hingga nilai tukar," ujar Elvan Chandra Widyatama.
Seluruh analisis dan pembahasan terperinci mengenai proyeksi kebijakan moneter BI ini dapat disimak dalam dialog lengkap yang disiarkan oleh CNBC Indonesia pada hari Selasa, 17 Maret 2026.