KABARNUSANTARA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan upaya pemulihan tipis pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026). Pada pembukaan sesi, IHSG sempat mengalami tekanan signifikan dengan penurunan hingga 3%, bahkan menyentuh level terendah di 6.917,32.

Menjelang jeda istirahat, IHSG berhasil menutup sesi 1 di posisi 7.039,41, mencatatkan penurunan sebesar 97,8 poin atau 1,37%. Dilansir dari CNBC Indonesia, pergerakan ini terjadi di tengah volume transaksi yang cukup tinggi.

Total saham yang berpindah tangan mencapai 17,62 miliar lembar, dengan nilai transaksi kumulatif tercatat sebesar Rp 8,23 triliun melalui 1,01 juta kali transaksi. Akibat pelemahan ini, kapitalisasi pasar tercatat tergerus menjadi Rp 12.467 triliun.

Sektor energi menjadi kontributor pelemahan terbesar pada sesi ini, dengan penurunan mencapai -3,41%, diikuti oleh sektor properti yang terkoreksi -3,37%, dan sektor bahan baku yang melemah -2,7%. Data ini mengacu pada informasi yang dihimpun dari Refinitiv.

Beberapa saham unggulan turut menyeret pergerakan indeks, dengan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang koreksi terbesar sebesar -17,52 indeks poin. Saham lain yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan adalah Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan kontribusi -12,69 indeks poin dan Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar -8,8 indeks poin.

Perdagangan pasar saham pekan ini dipastikan sangat singkat, hanya berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, sebelum pasar libur panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri mulai Rabu (18/3/2026). Investor kini perlu mencermati potensi risiko menjelang periode libur panjang tersebut.

Kekhawatiran investor menjelang libur panjang dipicu oleh dinamika domestik dan sentimen negatif dari pasar global yang diperkirakan akan memanas. Pasar keuangan dunia akan disuguhi berbagai data penting serta perkembangan geopolitik yang signifikan pekan ini.

Faktor utama yang masih menggerakkan pasar global adalah dampak perang di Timur Tengah terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Isu ini juga akan menjadi pertimbangan krusial dalam serangkaian pengambilan keputusan suku bunga oleh bank sentral utama dunia.

Pekan ini menjadi periode penting karena sedikitnya ada 11 bank sentral yang dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter, termasuk Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Hal ini menuntut investor Indonesia untuk berhitung matang dalam dua hari perdagangan tersisa.