KABARNUSANTARA.ID - Memasuki periode krusial H-4 Lebaran, aktivitas lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, menunjukkan tren peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. Momen ini menandai dimulainya pergerakan pemudik secara masif menuju berbagai tujuan di Jawa Barat bagian selatan.

Data menunjukkan bahwa pada Selasa (17/3/2026), tercatat sebanyak 21.610 kendaraan telah melintasi jalur utama tersebut. Angka ini merefleksikan tingginya antusiasme masyarakat untuk kembali ke kampung halaman sebelum hari raya Idul Fitri tiba.

Kendaraan-kendaraan yang melintas didominasi oleh mobil pribadi yang bergerak ke arah Garut dan Tasikmalaya. Jalur Nagreg memang menjadi titik vital bagi pemudik yang berasal dari arah Bandung Raya menuju wilayah timur provinsi tersebut.

Pantauan langsung di lokasi oleh tim detikJabar memperlihatkan bahwa banyak kendaraan yang membawa pelat nomor dari luar wilayah Bandung Raya. Hal ini mengindikasikan bahwa pemudik datang dari berbagai daerah lain sebelum memasuki titik penyempitan di Nagreg.

Karakteristik pemudik terlihat jelas dari barang bawaan yang dibawa, di mana beberapa kendaraan tampak memuat tambahan barang. Barang-barang tersebut terlihat diletakkan di atas atap maupun di bagian belakang kendaraan, menandakan persiapan logistik untuk masa liburan panjang.

Kondisi cuaca di kawasan Nagreg terpantau sangat mendukung kelancaran perjalanan, dengan langit yang cerah dan suhu yang cukup terik pada saat pengamatan dilakukan. Cuaca baik ini tentu sangat membantu kenyamanan para pengendara.

Bagi para pemudik yang mungkin mulai merasakan kelelahan akibat perjalanan panjang, disediakan fasilitas istirahat yang memadai. Fasilitas ini tersebar di titik-titik strategis sepanjang rute mudik di wilayah Kabupaten Bandung.

"Sebanyak 21.610 kendaraan tercatat melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya," sebagaimana tercatat pada Selasa (17/3/2026), menggarisbawahi kepadatan yang terjadi pada H-4 Lebaran. Data ini menjadi indikator awal puncak arus mudik tahun ini.

Fasilitas pendukung juga telah disiapkan oleh pihak terkait, di mana terdapat 21 Pos Pengamanan yang siap memberikan bantuan dan tempat beristirahat. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pemudik sepanjang perjalanan mereka.