KABARNUSANTARA.ID - Menghadapi puncak arus mudik Lebaran tahun ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Bandung. Salah satu langkah signifikan adalah penyesuaian jam operasional salah satu gerbang tol utama di kawasan tersebut.
Secara spesifik, Gerbang Tol (GT) Summarecon yang berlokasi strategis di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, akan mengalami perubahan signifikan dalam pola operasinya. Perubahan ini bertujuan untuk menampung volume kendaraan yang diprediksi meningkat tajam selama periode libur panjang.
Sebelumnya, GT Summarecon hanya melayani pengguna jalan tol pada jam-jam tertentu saja. GT tersebut biasanya hanya beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Namun, dalam rangka memberikan pelayanan maksimal selama masa mudik, jam operasional tersebut akan diperpanjang secara total. Keputusan ini diambil setelah melalui kajian dan koordinasi lintas sektoral untuk memprediksi kepadatan lalu lintas.
Informasi resmi mengenai perluasan jam operasional ini disampaikan langsung oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung. Pengumuman tersebut disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi milik kepolisian setempat.
Dilansir dari akun media sosial resmi mereka, yaitu @tmcpolrestabesbandung, detail waktu operasional penuh telah dipublikasikan. Penyesuaian ini akan berlaku selama enam hari berturut-turut untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.
Disebutkan bahwa GT Summarecon akan dioperasikan selama 24 jam penuh mulai tanggal 18 Maret 2026 hingga tanggal 23 Maret 2026 mendatang. Periode ini bertepatan dengan prediksi puncak pergerakan pemudik.
"Informasi untuk para pengguna jalan tol. Gerbang Tol Summarecon dibuka selama 24 jam mulai 18-23 Maret 2026. Manfaatkan akses ini untuk membantu kelancaran perjalanan Anda," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memanfaatkan fasilitas tambahan ini. Tujuannya adalah untuk meratakan distribusi volume kendaraan dan mengurangi potensi penumpukan di titik-titik tertentu.