KABARNUSANTARA.ID - Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division mengonfirmasi bahwa periode puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 dari wilayah Jabodetabek menuju Jawa Barat telah terjadi lebih cepat dari perkiraan. Momen puncak ini tercatat pada hari Rabu, 18 Maret 2026, menandai tingginya pergerakan masyarakat menjelang hari raya.
Peningkatan volume kendaraan terlihat sangat signifikan pada beberapa ruas jalan tol utama yang menjadi gerbang keluar dari kawasan metropolitan tersebut. Secara spesifik, lonjakan kepadatan terjadi menjelang Gerbang Tol (GT) Ciawi dan GT Cileunyi yang menjadi akses vital bagi pemudik.
Pergerakan kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju destinasi seperti Merak dan wilayah Puncak Bogor terpantau sangat padat. Data menunjukkan total kendaraan yang melintasi GT Cikupa dan GT Ciawi 1 mencapai angka fantastis dalam periode tersebut.
Total volume lalu lintas yang tercatat meninggalkan Jabodetabek mencapai 94.561 kendaraan. Angka ini merupakan akumulasi dari pemudik yang menuju arah barat (Merak) dan arah selatan (Puncak Bogor dan sekitarnya).
Angka tersebut menunjukkan kenaikan substansial bila dibandingkan dengan rata-rata volume lalu lintas transaksi pada kondisi normal. Peningkatan volume ini mencapai angka 16,54% di atas volume normal yang hanya berkisar 81.140 kendaraan transaksi.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, memberikan keterangan resmi mengenai data pergerakan pemudik tersebut. Beliau memaparkan rincian performa lalu lintas di salah satu gerbang tol utama.
"GT Cikupa, volume lalu lintas transaksi di GT Cikupa arah Merak mengalami kenaikan, tercatat sebanyak 49.913 kendaraan melintas atau meningkat sebanyak 4,32 % terhadap lalu lintas transaksi normal sebanyak 47.847 kendaraan," kata Widiyatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Kamis (19/4/2026).
Kenaikan volume kendaraan di GT Cikupa secara khusus menunjukkan tingginya minat pemudik yang memilih rute menuju pelabuhan Merak. Peningkatan sebesar 4,32% ini menunjukkan konsentrasi arus di jalur penyeberangan Jawa.
Data ini dikumpulkan dan dirilis oleh Jasa Marga untuk memberikan gambaran terkini mengenai kondisi infrastruktur jalan tol selama periode libur panjang Lebaran 2026. Informasi ini penting untuk antisipasi manajemen lalu lintas lebih lanjut.