Jakarta – Rapat Kerja antara Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) serta Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara harus ditunda pada hari Rabu (11/3/2026). Penundaan ini disebabkan ketidakhadiran Dirut Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, yang seharusnya menjadi salah satu narasumber utama dalam pembahasan mengenai pengembangan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta isu kontroversial terkait impor mobil pickup yang diperuntukkan bagi KDMP.

Rapat yang seharusnya membahas secara mendalam strategi pengembangan KDMP sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan, serta mengklarifikasi polemik impor mobil pickup, akhirnya harus ditunda karena ketidakhadiran sosok kunci dari Agrinas. Yang hadir pada rapat tersebut hanyalah Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara, Elphis Rudy, yang dirasa tidak memiliki kewenangan yang cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan strategis terkait arah kebijakan perusahaan. Sementara itu, dari pihak Kementerian Koperasi, Menkop UKM Ferry Juliantono hadir untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan program KDMP.

Ketua Komisi VI DPR, Anggia Erma Rini, membuka rapat pada pukul 13.16 WIB. Namun, sejak awal pembukaan, ia sudah menyoroti absennya Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. "Ini pak Dirut nggak ada ya," tanya Anggia, menunjukkan kekecewaannya.

Pertanyaan yang sama kemudian dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR, Nurdin Halid, yang secara tegas mempertanyakan alasan ketidakhadiran Dirut Agrinas. Nurdin Halid menekankan betapa pentingnya rapat tersebut, mengingat isu-isu yang akan dibahas sangat strategis bagi pengembangan ekonomi kerakyatan. "Ini perlu kita pertanyakan dulu, ini rapat ini penting ini, sangat penting, super penting, kenapa di Dirut Agrinas tidak hadir?" tanya Nurdin dengan nada tinggi, menunjukkan urgensi kehadiran Dirut Agrinas dalam rapat tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara, Elphis Rudy, memberikan penjelasan bahwa Dirut Joao Angelo De Sousa Mota sedang dalam kondisi sakit. "Mohon izin Bapak Anggota Dewan Komisi VI yang terhormat Untuk Bapak Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini dalam kondisi sakit. Semalam sebenarnya saat kami rapat sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin dan setelah kembali demam tinggi," kata Elphis, mencoba meredakan kekecewaan para anggota dewan.

Namun, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya memuaskan para anggota Komisi VI. Interupsi kembali bermunculan dari berbagai anggota dewan yang merasa bahwa banyak isu penting yang seharusnya bisa dijawab langsung oleh Dirut Agrinas. Mereka berpendapat bahwa penjelasan dari Direktur Pengadaan tidak akan cukup komprehensif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan strategis terkait kebijakan perusahaan dan arah pengembangan KDMP.

Di tengah perdebatan mengenai ketidakhadiran Dirut Agrinas, Menteri Koperasi Ferry Juliantono sempat memberikan pemaparan mengenai progres dari perkembangan pembangunan gerai KDMP. Ia menjelaskan berbagai capaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang akan dilakukan untuk mempercepat pengembangan KDMP di seluruh Indonesia.

Ketua Komisi VI Anggia Erma Rini mengapresiasi pemaparan yang telah dilakukan Menkop dan usulan agar rapat ini dilakukan. Hanya saja, ia menilai rapat ini jadi terpisah karena tidak ada Dirut Agrinas, yang nantinya bakal kerja dua kali jika rapat tetap dilanjutkan. Anggia Erma Rini mengakui bahwa pemaparan Menkop cukup informatif, namun ia tetap berpendapat bahwa kehadiran Dirut Agrinas sangat penting untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai peran Agrinas dalam mendukung pengembangan KDMP.

"Tetapi Kalau kita rapat terpisah Saya anggap ini terpisah karena Pak Dirutnya tidak ada kami semua menganggap terpisah kita kurang lengkap, jadi sayang nanti kalau kita mau rapat lagi, jadi konfirmasi lagi, dua kali kerja, dua kali rapat. Jadi mendingan saya setujui dari usulan para anggota bahwa kita tunda rapat kita dan nanti kita cari kapan waktunya," ujarnya, menunjukkan pertimbangan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan.