KABARNUSANTARA.ID - Pasar perdagangan berjangka dan komoditas dilaporkan menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif ke depannya. Hal ini didukung oleh perkembangan dan diversifikasi produk yang kini tersedia untuk diperdagangkan.

Berbagai instrumen kini dapat diakses oleh investor, mencakup forex, komoditas emas, minyak bumi, hingga Contract for Difference (CFD) saham Amerika Serikat. Variasi produk ini menjadi daya tarik utama bagi pelaku pasar.

Faktor penting lainnya yang mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya partisipasi dari generasi muda. Generasi Z kini semakin aktif meramaikan ekosistem perdagangan berjangka dan komoditas.

Partisipasi Gen Z ini didukung oleh kemudahan akses terhadap produk dan cara berinvestasi yang semakin ringkas. Teknologi digital telah mempermudah proses masuk ke pasar finansial ini.

Kondisi ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku industri. Pialang berjangka dituntut untuk terus berinovasi dalam menyediakan akses investasi yang lebih mudah.

"Direktur PT Agrodana Futures, Tommy Zhu melihat prospek pertumbuhan positif transaksi di pasar berjangka dan komoditas seiring dengan makin bervariasinya produk yang diperdagangkan mulai dari forex, komoditas emas, minyak hingga CFD (Contract for Difference) saham US," demikian kutipan yang disampaikan mengenai perkembangan pasar.

Tommy Zhu juga menyoroti peran generasi muda dalam tren ini. "Selain itu ini generasi muda Gen Z mulai meramaikan perdagangan pasar berjangka dan komoditas di topang oleh kemudahan produk dan cara berinvestasi," ujarnya.

Oleh karena itu, respons dari penyedia jasa sangat krusial untuk menampung minat investor muda ini. "Oleh karena itu pialang berjangka dituntut untuk dapat memberikan kemudahan akses bagi investor muda untuk berinvestasi," kata Tommy Zhu.

Informasi lebih lanjut mengenai prospek investasi di bursa berjangka dan komoditas ini dibahas dalam dialog eksklusif. Dialog tersebut menampilkan Andi Shalini bersama Tommy Zhu dalam program Power Lunch, CNBC Indonesia.