Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini melakukan kunjungan penting ke Amerika Serikat, di mana ia berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para pengusaha dan investor potensial. Dalam serangkaian pertemuan strategis, Prabowo tidak hanya memaparkan visi dan misinya untuk Indonesia, tetapi juga menyoroti pencapaian-pencapaian signifikan yang telah diraih pemerintahannya dalam waktu singkat. Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah komitmennya terhadap reformasi ekonomi dan penegakan hukum yang tegas, yang ia yakini akan menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Di hadapan para pelaku bisnis AS, Prabowo dengan bangga memamerkan keberhasilan pemerintahannya dalam melakukan efisiensi anggaran yang signifikan. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan pertama masa jabatannya, ia telah berhasil menghemat lebih dari US$ 18 miliar, atau sekitar Rp 304,79 triliun. Angka yang fantastis ini, menurut Prabowo, merupakan hasil dari pemangkasan inefisiensi dan peninjauan kembali proyek-proyek yang dianggap tidak produktif.

"Kami telah bekerja keras untuk mengidentifikasi area-area di mana pemborosan terjadi, dan kami tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas," ujar Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC. "Penghematan ini akan kami alokasikan kembali untuk program-program prioritas yang lebih penting, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan."

Prabowo juga menyinggung upaya efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah AS melalui lembaga bentukan Presiden Donald Trump, DOGE (Department of Government Efficiency), yang sempat dipimpin oleh Elon Musk. Namun, dengan nada bercanda, Prabowo menyatakan bahwa ia telah memulai inisiatif serupa beberapa bulan sebelumnya, dan merasa bangga dengan hasilnya.

"Mungkin ini mirip dengan apa yang sedang diupayakan di Amerika Serikat melalui DOGE. Namun, harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil. Saya merasa diberdayakan," ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa efisiensi anggaran yang ia lakukan tidak hanya sebatas pemangkasan biaya. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah digunakan secara efektif dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Selain efisiensi anggaran, Prabowo juga menyoroti komitmen pemerintahannya dalam memberantas aktivitas ekonomi ilegal, khususnya di sektor pertambangan. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menutup lebih dari 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

"Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung," tegasnya dalam acara Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce.

Penutupan tambang-tambang ilegal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan hidup dan memastikan bahwa sumber daya alam Indonesia dikelola secara berkelanjutan. Prabowo menyadari bahwa praktik pertambangan ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan negara secara ekonomi. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku ilegal dan memastikan bahwa mereka bertanggung jawab atas perbuatan mereka.