Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar acara Iftar yang bertajuk "Lentera dalam Makna" sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dengan media, sekaligus memperkenalkan secara mendalam peran strategis PNM dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan prasejahtera. Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya diisi dengan kegiatan berbuka puasa bersama, tetapi juga dirangkai dengan serangkaian aktivitas inspiratif yang menyoroti dampak positif PNM terhadap kehidupan para nasabahnya.
Suasana keakraban dan kebersamaan terasa sejak awal acara. Para peserta, yang terdiri dari jurnalis dari berbagai media nasional, diajak untuk berpartisipasi dalam workshop pembuatan kue nastar. Workshop ini dipandu langsung oleh salah seorang nasabah PNM Mekaar yang telah sukses mengembangkan usaha kulinernya. Para peserta tidak hanya belajar mengenai resep dan teknik pembuatan nastar yang lezat, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang cara pengemasan yang menarik dan profesional, sehingga produk nastar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kegiatan workshop ini menjadi simbol dari komitmen PNM dalam memberikan pendampingan dan pelatihan yang komprehensif kepada para nasabahnya. PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga membekali para pelaku usaha mikro dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.
Nastar yang telah dibuat oleh para peserta kemudian dikemas dengan apik dan dipersiapkan untuk disumbangkan kepada anak-anak di Yayasan Panti Rumah Azaki. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial PNM terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Melalui kegiatan ini, PNM ingin menanamkan nilai-nilai berbagi dan kepedulian kepada sesama, serta memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang kurang beruntung.
Setelah workshop, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti office tour, yang memungkinkan mereka untuk melihat langsung lingkungan kerja PNM dan berinteraksi dengan para karyawan. Dalam sesi ini, PNM memperkenalkan dua produk unggulannya, yaitu PNM Mekaar dan ULaMM.
PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan program pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu kelompok perempuan prasejahtera dalam mengembangkan usaha mikro mereka. Program ini memberikan pinjaman kecil tanpa agunan, sehingga memudahkan para perempuan yang memiliki keterbatasan modal untuk memulai atau mengembangkan usaha. Selain itu, PNM Mekaar juga memberikan pendampingan dan pelatihan secara berkala, sehingga para nasabah dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengelola bisnis.
Sementara itu, ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) adalah program pembiayaan yang menyasar individu maupun badan usaha mikro hingga kecil yang sudah lebih mapan dan membutuhkan pembiayaan dengan agunan. ULaMM memberikan pinjaman dengan plafon yang lebih besar dibandingkan PNM Mekaar, sehingga cocok bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka secara signifikan.
Salah satu momen paling inspiratif dalam acara Iftar ini adalah talkshow bertema "Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar". Talkshow ini menghadirkan dua nasabah PNM Mekaar yang telah berhasil mengubah hidup mereka melalui usaha mikro yang mereka jalankan. Kedua narasumber tersebut adalah Tati Mulyani, selaku Ketua Kelompok PNM Mekaar Sumedang, dan Sri Wahyuningsih, selaku Ketua Kelompok PNM Mekaar Lampung.
Tati Mulyani, seorang ibu rumah tangga dari Sumedang, Jawa Barat, telah menjadi nasabah PNM sejak tahun 2017. Ia memulai usahanya dengan berjualan sembako di rumahnya, dengan modal awal sebesar Rp 3.000.000 yang diperoleh dari pinjaman PNM Mekaar. Tati menceritakan bahwa awalnya ia bergabung dengan PNM karena ingin membantu membiayai pendidikan anak-anaknya. Namun, berkat kerja keras dan dukungan dari PNM, usahanya terus berkembang pesat. Kini, ia tidak hanya mampu membiayai pendidikan anak-anaknya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara keseluruhan.