KABARNUSANTARA.ID - Investor kawakan Warren Buffett kembali menegaskan pandangannya mengenai posisi uang tunai dalam portofolio investasi. Meskipun mengakui pentingnya memiliki dana likuid, Buffett secara tegas menyatakan bahwa uang tunai bukanlah aset investasi yang ideal untuk jangka panjang.

Dilansir dari CNBC Indonesia, kondisi cadangan kas Berkshire Hathaway mencapai angka signifikan setelah Buffett mundur sebagai CEO pada akhir tahun 2025. Perusahaan tersebut mencatatkan setara kas lebih dari US$ 370 miliar pada pembukuan akhir tahun, sebagian besar ditempatkan dalam Treasury Bills.

Dalam sebuah wawancara dengan Becky Quick, Buffett menjelaskan bahwa besarnya cadangan kas tersebut bukan semata karena sikap konservatif akibat usia senja. Ia menilai bahwa kondisi eksternal pasar saat ini membuat sulit untuk menemukan peluang investasi yang layak untuk menyerap tumpukan kas tersebut.

"Ini lebih karena kondisi eksternal," kata Buffet, dalam program dokumenter "Warren Buffet: A Life and Legacy".

Buffett mengungkapkan preferensinya untuk menempatkan modal bekerja menghasilkan keuntungan yang lebih besar, meskipun kas yang ada menghasilkan sedikit bunga. Ia secara spesifik lebih menyukai investasi produktif seperti saham yang memiliki potensi pertumbuhan melampaui tingkat inflasi.

"Pada tingkat tertentu uang tunai memang diperlukan, tapi cash bukanlah aset yang baik," kata Buffet.

Ia membandingkan uang tunai dengan oksigen bagi portofolio investasi; mudah didapatkan dan esensial, meskipun tidak terlalu menarik secara intrinsik. Pada dasarnya, Buffett selalu menyisihkan kas sebagai amunisi untuk membayar kewajiban atau memanfaatkan peluang akuisisi menarik.

Dilema pengelolaan uang tunai yang dihadapi Warren Buffett mungkin tidak selalu relevan bagi investor ritel sehari-hari yang umumnya memiliki dana terbatas. Namun, pendekatan "Oracle of Omaha" dalam mengelola likuiditas sejalan dengan rekomendasi banyak penasihat keuangan profesional.

Yang patut diperhatikan, Buffett tidak secara otomatis mengalihkan asetnya menjadi uang tunai atau obligasi ketika pasar saham dinilai mahal atau ada kekhawatiran akan koreksi pasar. Meskipun posisi kas Berkshire meningkat karena menunggu peluang, Buffett berulang kali menekankan preferensinya untuk tetap berinvestasi di aset produktif.