KABARNUSANTARA.ID - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, persiapan matang tengah digalakkan oleh pemerintah guna memastikan kelancaran mobilitas jutaan masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang kampung. Fokus utama saat ini adalah memitigasi potensi kepadatan lalu lintas yang dipastikan akan terjadi.

Kementerian Perhubungan telah melakukan proyeksi mengenai kapan volume kendaraan akan mencapai titik tertingginya selama periode libur panjang tersebut. Prediksi ini menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi rekayasa lalu lintas di berbagai titik krusial.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, secara resmi menyampaikan perkiraan waktu terjadinya puncak arus mudik tahun ini. Informasi ini disampaikan sebagai langkah awal untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi tanggal 18 (Maret 2026)," ungkap Menhub, memberikan penegasan mengenai hari yang diprediksi paling padat bagi para pemudik.

Salah satu inovasi kebijakan yang disiapkan pemerintah untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur jalan raya adalah penerapan skema kerja jarak jauh atau Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diharapkan dapat menunda atau menyebar waktu keberangkatan pemudik.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan saat beliau tengah berada di Garut pada hari Sabtu, 14 Maret 2026. Kehadiran beliau di sana memiliki tujuan spesifik terkait dukungan bagi para pekerja transportasi publik.

Momen tersebut digunakan oleh Dudy Purwagandhi untuk menghadiri acara penyerahan kompensasi. Kompensasi ini diberikan kepada para sopir angkutan umum yang operasionalnya akan dihentikan sementara selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa strategi yang dirancang tidak hanya efektif mengurai kepadatan, tetapi juga memberikan keadilan bagi seluruh pihak terkait, termasuk para pekerja transportasi yang terdampak kebijakan tersebut. Langkah preventif ini menunjukkan keseriusan dalam menghadapi lonjakan pergerakan massa tahunan ini.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.