Jakarta – Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, pada hari Rabu, 11 Maret 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas pemudik. Fenomena ini menandai dimulainya arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah, di mana banyak calon penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) memilih untuk pulang kampung lebih awal guna menghindari kepadatan yang diperkirakan akan terjadi menjelang hari raya.
Pantauan di lokasi menunjukkan area keberangkatan terminal dipadati oleh calon penumpang yang membawa berbagai barang bawaan. Mereka tampak antusias menanti bus yang akan membawa mereka menuju kampung halaman masing-masing. Sebagian besar dari mereka mengaku sengaja mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan parah yang kerap terjadi menjelang Lebaran. Selain itu, mudik lebih awal memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersilaturahmi lebih lama dengan keluarga di kampung halaman.
Rifkianto Nugroho dari detikFinance melaporkan bahwa peningkatan volume penumpang di Terminal Pulo Gebang sudah mulai terasa sejak awal Maret. Data dari pengelola terminal mencatat, hingga sore hari ini, sekitar 977 penumpang telah diberangkatkan menggunakan bus AKAP menuju berbagai daerah di Indonesia. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, terutama menjelang malam hari, ketika mobilitas masyarakat semakin meningkat.
Destinasi favorit para pemudik dari Terminal Pulo Gebang meliputi kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Beberapa tujuan populer antara lain Solo, Yogyakarta, Tegal, Purwokerto, Surabaya, Palembang, dan Padang. Selain itu, terdapat pula rute perjalanan menuju Bali dan Nusa Tenggara, menunjukkan cakupan layanan yang luas dari terminal ini.
Menurut pengelola terminal, lonjakan penumpang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 16 hingga 18 Maret 2026. Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 40-50 persen dibandingkan hari biasa menjelang Lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal telah berkoordinasi dengan perusahaan otobus (PO) untuk menambah armada bus. Penambahan armada ini bertujuan untuk memastikan seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik dan tidak terjadi penumpukan yang berlebihan di terminal.
"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh PO untuk mempersiapkan armada tambahan. Tujuannya agar seluruh penumpang dapat terangkut dan tidak ada yang terlantar," ujar salah seorang petugas terminal yang enggan disebutkan namanya.
Selain penambahan armada, pihak terminal juga telah meningkatkan fasilitas dan layanan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Terminal Terpadu Pulo Gebang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu ber-AC, area komersial dan kuliner yang menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman, mushola untuk beribadah, toilet yang bersih, ruang kesehatan untuk pertolongan pertama, area parkir yang luas, serta layanan informasi perjalanan yang siap membantu para penumpang.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama arus mudik, pihak terminal juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait. Petugas keamanan akan ditempatkan di berbagai titik strategis di terminal untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada para pemudik.
Peningkatan arus mudik lebih awal ini juga menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah mengimbau kepada para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk membeli tiket jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan tiket dan antrean panjang di loket. Selain itu, para pemudik juga diimbau untuk menjaga kesehatan dan membawa perbekalan yang cukup selama perjalanan.