Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran dengan menggelar program mudik gratis yang ambisius pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat dalam biaya transportasi, mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, dan meningkatkan keselamatan perjalanan selama musim mudik. Program mudik gratis ini menawarkan kapasitas angkut yang signifikan, mencapai hingga 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor, menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan hasil sinergi dari berbagai Direktorat Jenderal (Ditjen) di bawah naungan Kemenhub, yaitu Direktorat Jenderal Darat (Ditjen Hubdat), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Setiap direktorat jenderal memiliki peran dan fokusnya masing-masing dalam menyediakan layanan transportasi gratis bagi masyarakat.

Ditjen Hubdat, sebagai garda depan transportasi darat, telah menyiapkan armada yang cukup besar, terdiri dari 401 unit bus dengan kapasitas angkut 15.834 penumpang dan 8 unit truk pengangkut dengan kapasitas 240 sepeda motor. Armada ini akan melayani rute ke 34 kota tujuan di berbagai provinsi di Indonesia. Rute-rute ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dan permintaan masyarakat, serta mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, potensi kemacetan, dan aksesibilitas transportasi.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan, "Program mudik gratis ini menggunakan moda transportasi darat dengan 34 kota tujuan, menggunakan kurang lebih 401 unit bus." Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Sementara itu, DJKA, sebagai tulang punggung transportasi kereta api, menyiapkan program mudik gratis untuk 28.196 penumpang dan 11.900 sepeda motor di Pulau Jawa. Rute kereta api akan mencakup lintas utara, tengah, dan selatan Pulau Jawa, menghubungkan berbagai kota dan kabupaten yang menjadi tujuan utama pemudik. Program ini sangat diminati oleh masyarakat karena menawarkan alternatif transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan bebas dari kemacetan dibandingkan dengan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi.

Tidak ketinggalan, Ditjen Hubla, yang bertanggung jawab atas transportasi laut, juga turut berpartisipasi dalam program mudik gratis ini dengan menyediakan layanan untuk 69.232 penumpang di 97 ruas yang meliputi Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Program mudik gratis melalui jalur laut ini sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui transportasi darat atau udara.

Menhub Dudy Purwagandhi menambahkan, "Program mudik gratis juga kami sediakan untuk tujuan daerah pasca bencana di Sumatera pada periode mudik dan balik lebaran sebagaimana yang kami tampilkan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat." Pernyataan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam dan komitmen untuk membantu mereka merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Selain inisiatif dari Kemenhub, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, dan Dinas Perhubungan Pemda juga turut berpartisipasi dalam menyediakan program mudik gratis secara mandiri. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran dan tanggung jawab sosial dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran.

"Begitu juga BUMN menyiapkan kurang lebih sebesar 1.400 unit bus, jadi kami perkirakan akan kurang lebih sekitar 2.000 unit bus yang dipersiapkan untuk melayani program mudik gratis," terang Menhub Dudy Purwagandhi. Dengan adanya partisipasi dari berbagai pihak, diharapkan program mudik gratis ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak yang lebih besar dalam mengurangi beban biaya transportasi dan meningkatkan keselamatan perjalanan.