Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Program ambisius ini menargetkan pembangunan 29.000 unit Kopdeskel di seluruh Indonesia, dengan target penyelesaian fisik bangunan pada April hingga Mei 2026. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan optimisme terkait progres pembangunan ini, sembari menekankan pentingnya persiapan operasional yang matang.

"Saat ini, sudah ada 1.000 unit Kopdeskel Merah Putih yang telah rampung dibangun. Sementara itu, sekitar 29.000 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan, dengan rata-rata progres mencapai 20%," ujar Menkop Ferry saat ditemui di kantornya di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Menkop Ferry meyakini bahwa target penyelesaian pada April-Mei 2026 dapat tercapai, mengingat laju pembangunan saat ini. Namun, ia juga menekankan bahwa pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Persiapan operasional, termasuk pengembangan sistem, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan penyiapan infrastruktur pendukung, menjadi kunci keberhasilan Kopdeskel Merah Putih dalam jangka panjang.

"Jika kita melihat progres rata-rata saat ini yang berada di angka 20%, maka kita bisa memproyeksikan bahwa seluruh fisik bangunan akan rampung pada April-Mei mendatang. Setelah itu, kita akan fokus pada persiapan-persiapan untuk mengoperasionalkannya, baik dari sisi sistem, SDM, maupun aspek-aspek lainnya," jelas Ferry.

Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik: Investasi Jangka Panjang untuk Ekonomi Desa

Pembangunan Kopdeskel Merah Putih bukan sekadar membangun gedung atau infrastruktur fisik. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Koperasi, sebagai badan usaha yang beranggotakan masyarakat, memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.

Kopdeskel Merah Putih diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat desa untuk berhimpun, berkolaborasi, dan mengembangkan usaha bersama. Dengan prinsip gotong royong dan kebersamaan, koperasi dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Selain itu, Kopdeskel Merah Putih juga dapat berperan sebagai lembaga keuangan mikro yang memberikan akses permodalan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di desa. Dengan demikian, koperasi dapat membantu UMKM untuk berkembang dan meningkatkan daya saingnya.

Target Ambisius: 80.000 Unit Kopdeskel Merah Putih pada Tahap Berikutnya