Jakarta – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak yang mampu menampung pasokan hingga tiga bulan. Inisiatif ini merupakan respons terhadap kondisi penyimpanan minyak Indonesia saat ini yang hanya mampu menampung pasokan selama 21 hingga 25 hari, jauh di bawah standar internasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto menjadi pendorong utama percepatan pembangunan storage minyak ini. Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Kementerian ESDM, Bahlil menjelaskan, "Makanya dengan kejadian storage kita yang cuma 21 hari, 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo, harus kita bangun minimal storage kita tiga bulan."

Langkah ini dipandang krusial mengingat fluktuasi harga minyak global dan potensi gangguan pasokan yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Dengan memiliki cadangan minyak yang memadai, Indonesia akan lebih mampu menghadapi gejolak pasar dan memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri.

Menjawab Tantangan Kapasitas Cadangan Minyak Nasional

Bahlil juga menanggapi perbandingan kapasitas cadangan minyak Indonesia dengan negara-negara lain yang jauh lebih besar, seperti Jepang yang memiliki cadangan hingga sekitar 290 hari. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan investasi di sektor penyimpanan minyak menjadi kendala utama selama ini.

"Nah sekarang kenapa tidak kita lakukan? Baru kita mau lakukan karena investasinya baru ada," kata Bahlil, menekankan bahwa minat investor yang baru muncul menjadi momentum penting untuk merealisasikan proyek strategis ini.

Pemerintah menyadari pentingnya peningkatan kapasitas penyimpanan minyak sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan. Dengan cadangan yang lebih besar, Indonesia akan memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Keterlibatan Swasta dalam Pembangunan Storage Minyak

Salah satu aspek penting dari rencana pembangunan storage minyak ini adalah keterlibatan pihak swasta. Bahlil menegaskan bahwa proyek ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan akan mengandeng investor swasta untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas penyimpanan tersebut.