KABARNUSANTARA.ID - Kawasan Halte Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung kini menjadi pusat perhatian warga saat malam hari di bulan suci. Sekelompok mahasiswa secara rutin mengadakan kegiatan olahraga yang unik di lokasi tersebut untuk mengisi waktu luang.

Kegiatan yang dimaksud adalah lomba balap lari yang dilangsungkan khusus selama bulan suci Ramadan. Acara ini menjadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat yang melintas atau bermukim di sekitar area kampus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perlombaan ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap Sabtu malam. Waktu tersebut dipilih secara sengaja untuk memfasilitasi para mahasiswa dan pemuda setempat yang ingin beraktivitas setelah ibadah malam.

Suasana di lokasi perlombaan dilaporkan selalu penuh dengan keceriaan dan gelak tawa dari para peserta maupun penonton yang hadir. Hal ini menciptakan interaksi sosial yang hangat dan mempererat tali silaturahmi di tengah suasana malam kota Bandung.

Penyelenggaraan balap lari ini tidak hanya sekadar ajang adu kecepatan fisik di lintasan aspal. Lebih dari itu, inisiatif tersebut bertujuan untuk mendukung berbagai aktivitas positif bagi kalangan muda selama bulan puasa.

"Mahasiswa Unpar menggelar lomba balap lari setiap Sabtu malam selama Ramadan untuk menghibur berbagai kalangan dan mendukung aktivitas positif," sebagaimana dilansir dari detikcom.

Kehadiran lomba lari malam ini juga dinilai mampu memberikan warna baru dalam tradisi berkumpul di bulan Ramadan. Penonton yang memadati area halte berasal dari berbagai latar belakang usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Melalui inisiatif ini, para mahasiswa menunjukkan bahwa kreativitas dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan fisik yang sederhana namun tetap bermakna. Halte Unpar pun bertransformasi menjadi arena olahraga dadakan yang cukup kompetitif setiap akhir pekan.

Secara keseluruhan, acara ini mendapatkan respons yang baik dari publik karena dianggap jauh lebih aman dibandingkan dengan aksi balapan liar kendaraan bermotor. Faktor keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung di ruang publik.