KABARNUSANTARA.ID - Iran melalui Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, memberikan pernyataan resmi mengenai status operasional Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya isu keamanan maritim di perairan tersebut.

Menurut pejabat tinggi tersebut, status Selat Hormuz saat ini dinyatakan "terbuka" bagi sebagian besar kapal dagang dunia. Namun, pembukaan ini datang dengan syarat dan batasan signifikan yang ditetapkan oleh Teheran.

"Selat Hormuz hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh Iran. Kepada mereka yang menyerang Iran dan sekutu mereka. Yang lain dipersilakan untuk lewat," kata Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan MS Now.

Meskipun demikian, Araghchi mengakui bahwa beberapa negara memilih untuk menghindari rute perairan tersebut karena pertimbangan risiko keamanan yang ada. Ia menegaskan bahwa situasi ini bukan disebabkan oleh tindakan langsung dari Iran.

"Tentu saja, banyak dari mereka lebih memilih untuk tidak lewat karena masalah keamanan. Ini tidak ada hubungannya dengan kami," ujar Abbas Araghchi.

Pejabat tersebut juga menggarisbawahi bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan normal. Ia menyebutkan bahwa tercatat banyak kapal tanker dan kapal lainnya terus melewati selat tersebut tanpa hambatan berarti.

Dilansir dari CNBC Indonesia, setidaknya telah tercatat kapal-kapal dari dua negara besar, yakni India dan China, yang berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dalam periode terakhir. Hal ini menunjukkan adanya diferensiasi perlakuan dari pihak Iran.

Selat Hormuz memegang peranan krusial bagi ekonomi global, sebab sekitar 20% dari total pasokan minyak mentah dunia melewati perairan sempit yang dikuasai Iran ini. Setiap gangguan di sana berdampak langsung pada harga energi dunia.

Kondisi ketegangan sebelumnya telah memaksa Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya untuk melepaskan cadangan minyak strategis mereka. Langkah ini diambil untuk membanjiri pasar guna meredam lonjakan harga minyak mentah yang terjadi.