KABARNUSANTARA.ID - Sebuah peristiwa tragis menyelimuti suasana malam di Kota Bandung, Jawa Barat, meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan setempat. Insiden ini melibatkan seorang siswa aktif dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung yang ditemukan meninggal dunia.
Kematian siswa tersebut diduga kuat merupakan dampak dari tindak penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar lainnya. Peristiwa berdarah ini terjadi pada Jumat (13/3) malam, sesaat setelah korban selesai mengikuti kegiatan buka bersama (bukber).
Lokasi penemuan jasad korban berada di area Jalan Cihampelas, sebuah wilayah yang cukup ramai di Kota Bandung. Penemuan ini sontak memicu keresahan besar di kalangan masyarakat, terutama para orang tua.
Kabar mengenai insiden memilukan ini menyebar luas setelah beredar rekaman video amatir melalui platform media sosial Instagram. Video tersebut dengan cepat menjadi perbincangan hangat di ranah digital.
Dalam rekaman video yang sempat terekam dan beredar tersebut, terlihat kerumunan pemuda berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Mereka mengelilingi sebuah sepeda motor yang tergeletak di jalan.
Posisi sepeda motor yang terjatuh itu tidak jauh dari tempat korban ditemukan dalam kondisi tak berdaya. Visual dalam video amatir tersebut memperlihatkan suasana yang mencekam pasca-insiden terjadi.
"Tragedi memilukan mewarnai malam di Kota Bandung. Seorang siswa SMAN 5 Bandung meregang nyawa setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pelajar," demikian inti keterangan yang beredar luas mengenai kronologi awal kejadian tersebut.
Lebih lanjut, narasi yang menyertai rekaman tersebut menyebutkan bahwa insiden berdarah ini terjadi usai korban menghadiri acara buka bersama (bukber) pada Jumat (13/3) malam, sebagaimana dikutip dari berbagai unggahan di media sosial.
"Jasad korban ditemukan tergeletak di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung," bunyi salah satu keterangan yang menjelaskan titik akhir dari peristiwa nahas yang menimpa pelajar tersebut.