Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tengah menjalankan program ambisius pembangunan 29.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di seluruh pelosok negeri. Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sudah 1.000 unit Kopdeskel Merah Putih berhasil diselesaikan pembangunannya. "Yang sekarang sudah selesai dibangun 1.000 unit, yang sedang dibangun tapi persentasenya itu baru 20%, rata-rata itu jumlahnya sudah hampir 29 ribuan," ujar Ferry saat ditemui di kantornya di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
Menkop Ferry optimistis bahwa target pembangunan 29.000 koperasi ini akan tercapai sesuai jadwal, yaitu pada April hingga Mei 2026. Proyeksi ini didasarkan pada progres pembangunan saat ini yang menunjukkan rata-rata 20%. "Jadi, asumsinya kalau sekarang 20% ya di bulan April-Mei lah itu sudah selesai 100% dibangun. Nah, itu kan membutuhkan persiapan-persiapan untuk mengoperasionalkannya, baik dari sistemnya, baik dari SDM-nya dan lain sebagainya," tambahnya.
Urgensi Pembangunan Kopdeskel Merah Putih
Pembangunan Kopdeskel Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi di daerah pedesaan. Koperasi diyakini sebagai model bisnis yang paling sesuai dengan karakteristik masyarakat desa, yang umumnya memiliki modal terbatas dan membutuhkan wadah untuk berkolaborasi dan meningkatkan daya saing.
Kopdeskel Merah Putih diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa, menyediakan berbagai layanan keuangan dan non-keuangan bagi masyarakat. Layanan keuangan yang disediakan antara lain simpan pinjam, pembayaran tagihan, dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sementara itu, layanan non-keuangan yang disediakan antara lain pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan pemasaran produk-produk unggulan desa.
Selain itu, Kopdeskel Merah Putih juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan sosial di desa. Koperasi dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Koperasi juga dapat menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas sosial dan gotong royong di masyarakat.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun memiliki potensi yang besar, pembangunan Kopdeskel Merah Putih juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di desa. Banyak pengurus dan anggota koperasi yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola koperasi secara profesional.