KABARNUSANTARA.ID - Aktivitas berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer mungkin dianggap sebagai bentuk olahraga bagi sebagian besar masyarakat urban. Namun, bagi Acis, seorang pedagang cobek keliling, jarak tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari risiko pekerjaan harian yang harus ia hadapi.
Beban dagangan yang ia pikul setiap hari memaksa Acis sering kali harus menghentikan langkahnya sejenak untuk memulihkan tenaga di tengah aktivitas menjajakan dagangannya. Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan mencari nafkah melalui cara tradisional ini.
Dari kejauhan, sosok pedagang yang tampak memanggul dagangan dengan langkah yang diperlambat sudah terlihat jelas. Pria tersebut tak lain adalah Acis, yang sabar menawarkan produknya kepada setiap pejalan kaki yang melintas di rute hariannya.
Dagangan yang ia bawa adalah cobek batu dengan berbagai variasi ukuran, yang merupakan komoditas utama yang ia tawarkan kepada calon pembeli. Cobek-cobek tersebut merupakan hasil jerih payahnya dalam mencari rezeki.
Acis membawa cobek batu yang diproduksi dari kampung halamannya, yaitu wilayah Padalarang. Ia secara rutin berkeliling di berbagai sudut Kota Bandung untuk memasarkan alat penumbuk bumbu tradisional tersebut.
Sebagai upaya efisiensi biaya, Acis memanfaatkan moda transportasi umum yang tersedia. Ia menggunakan layanan kereta ekonomi Bandung Raya sebagai sarana transportasi murah untuk membawanya menuju area berjualan setiap pagi.
"Beban berat yang dipikul setiap hari tak ayal memaksa Acis untuk berhenti sejenak di tengah berjualan," demikian deskripsi yang menggambarkan tantangan fisik yang dihadapi Acis dalam menjalani profesinya, seperti yang teramati di lapangan.
Perjalanan Acis menawarkan gambaran nyata mengenai kerasnya mencari nafkah di tengah tantangan logistik dan fisik, terutama saat membawa barang dagangan yang masif dan berat melintasi jarak yang cukup jauh.
Perjuangan Acis ini menjadi pengingat penting tentang dedikasi para pedagang kecil yang mengandalkan mobilitas fisik untuk mendistribusikan produk mereka hingga sampai ke tangan konsumen.