KABARNUSANTARA.ID - Industri baja di Indonesia menghadapi tekanan signifikan akibat gempuran produk impor yang membanjiri pasar domestik. Kondisi ini memaksa pelaku industri lokal untuk mencari dukungan perlindungan dari pemerintah Republik Indonesia.

Permintaan perlindungan ini disampaikan langsung oleh pimpinan perusahaan baja nasional dalam rangka menjaga keberlangsungan operasional di tengah persaingan global yang ketat. Upaya ini juga bertujuan untuk mempertahankan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini.

Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), Handaja Susanto, secara tegas menyoroti perlunya intervensi kebijakan dari pemerintah pusat. Hal ini dikemukakan dalam sebuah diskusi mengenai perkembangan sektor manufaktur nasional.

"Industri baja lokal membutuhkan dukungan dan perlindungan dari pemerintah RI dari persoalan serbuan baja impor China hingga meningkatkan daya saing di pasar global," ujar Handaja Susanto.

Handaja Susanto menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah pengamanan perdagangan atau safeguard secara segera. Selain itu, ia juga menyoroti urgensi aturan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap produk baja impor, khususnya yang berasal dari China.

"Handaja Susanto mengungkapkan urgensi tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard hingga aturan bea masuk anti-dumping (BMAD) atas produk baja impor termasuk baja dari China," demikian pernyataan yang disampaikan.

Kepentingan menjaga kelangsungan usaha menjadi alasan utama desakan ini, mengingat sektor baja merupakan penyerap tenaga kerja dalam skala besar di Indonesia. Perlindungan ini dianggap krusial untuk stabilitas ekonomi mikro industri tersebut.

Di sisi lain, industri baja nasional juga terus berupaya meningkatkan daya saing melalui inovasi produk. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menjadi salah satu contoh perusahaan yang gencar melakukan diversifikasi portofolio produknya.

Inovasi BAJA tidak hanya terbatas pada produksi Baja Lapis Aluminium-Seng (BjLAS) konvensional. Perusahaan ini telah memperluas lini produksinya hingga mencakup BjLAS berwarna serta material untuk atap pabrik dan pergudangan.