Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil langkah proaktif dalam mempersiapkan infrastruktur jalan nasional non-tol dan jalan tol untuk menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian inisiatif strategis yang bertujuan untuk memastikan kondisi jalan yang mantap, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menegaskan kesiapan ini dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI yang melibatkan Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Basarnas. Rapat tersebut membahas secara komprehensif persiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang periode mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pemudik.
"Kementerian PUPR berkomitmen penuh untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan pendukung melalui Instruksi Menteri PUPR Nomor 01 Tahun 2026. Instruksi ini menjadi pedoman operasional bagi seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian PUPR dalam menghadapi dan mengelola periode mudik Lebaran dengan efektif dan efisien," ujar Menteri Dody.
Implementasi instruksi menteri ini mencakup berbagai aspek krusial. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) akan secara intensif memantau kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik. Informasi cuaca dan potensi bencana akan disebarluaskan secara real-time kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
Direktorat Jenderal Bina Marga bertanggung jawab untuk memastikan kondisi jalan dan jembatan tetap dalam kondisi prima. Tim pemeliharaan jalan akan disiagakan 24 jam untuk merespons cepat terhadap kerusakan jalan yang mungkin terjadi, seperti lubang atau retakan. Perbaikan jalan akan dilakukan secara cepat dan tepat untuk meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas.
"Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan jalan dan jembatan dalam kondisi mantap. Tim kami akan bekerja tanpa henti untuk mengatasi setiap kendala yang mungkin timbul di lapangan," tegas Direktur Jenderal Bina Marga.
Direktorat Jenderal Cipta Karya memberikan dukungan signifikan dalam penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi para pemudik. Toilet portable dan mobil tangki air bersih akan ditempatkan di titik-titik strategis di sepanjang jalur mudik, seperti rest area dan terminal bus. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan para pemudik selama perjalanan.
Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR berperan penting dalam memperkuat komunikasi publik dan mengintegrasikan sistem informasi. Informasi terkini mengenai kondisi jalan, cuaca, dan potensi gangguan lalu lintas akan disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk website, media sosial, dan aplikasi mobile. Integrasi sistem informasi memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara berbagai unit kerja di Kementerian PUPR dan instansi terkait lainnya.
Jaringan Jalan Nasional dan Tol yang Siap Melayani Pemudik