KABARNUSANTARA.ID - Senja itu, Dedi (50) terlihat menanti dengan tenang di area terminal. Ia tengah bersiap untuk keberangkatan bus dengan rute populer Bandung-Sukabumi.

Pria yang mengenakan kaus merah sederhana ini menyimpan cerita hidup yang penuh dedikasi di balik profesinya sebagai sopir bus. Ia telah menggeluti pekerjaan ini selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya.

Sebelum mengemudikan bus rute reguler Bandung-Sukabumi yang kini menjadi rutinitasnya, Dedi sempat mengabdikan keahliannya di sektor bus pariwisata. Perjalanan hidupnya di jalan raya telah membawanya pada titik ini.

Saat ditemui oleh awak media di Terminal Tipe A Sukabumi pada hari Jumat, 13 Maret 2026, Dedi membagikan sedikit kilasan perjalanan kariernya.

"Kurang lebih sudah 10 tahun jadi sopir. Dulu sempat bawa pariwisata, sekarang bawa bus jurusan Bandung-Sukabumi," kata Dedi, menceritakan pengalaman mengemudi selama satu dekade.

Kisah Dedi menjadi cerminan nyata pengorbanan orang tua yang berjuang keras melalui pekerjaan sehari-hari. Setiap kilometer yang ditempuh adalah langkah mendekatkan cita-cita anaknya.

Fokus utamanya selama ini adalah memastikan bahwa kerja kerasnya di jalan raya dapat membiayai pendidikan anaknya hingga tuntas. Perjalanan bolak-balik Bandung-Sukabumi menjadi saksi bisu perjuangan tersebut.

Informasi mengenai perjalanan karier dan pengabdian Dedi ini dilansir dari wawancara langsung di terminal tersebut, menyoroti sisi kemanusiaan di balik profesi transportasi publik.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.