KABARNUSANTARA.ID - Suasana di Stasiun Bandung menjelang perayaan Idulfitri terpantau semakin padat oleh arus penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman. Hiruk pikuk langkah kaki dan suara pengumuman jadwal keberangkatan kereta api memenuhi setiap sudut peron sejak pagi hari.

Dilansir dari sumber setempat, para pemudik tampak membawa tas-tas besar dan koper yang ditarik dengan tergesa-gesa. Di tengah keramaian tersebut, terlihat para petugas porter yang sigap menawarkan bantuan tenaga bagi penumpang yang kesulitan membawa barang bawaan.

Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Rian Cahya, seorang porter yang telah mendedikasikan hidupnya di stasiun ini selama hampir dua dekade. Ia tetap berjalan dengan langkah tegap demi memastikan kenyamanan para penumpang yang membutuhkan jasanya.

Rian tercatat sudah menjalani profesi sebagai porter sejak tahun 2006 silam. Selama 18 tahun terakhir, ia telah menjadi saksi bisu dari berbagai kisah perjalanan manusia yang datang dan pergi melalui gerbang Stasiun Bandung.

Kehadiran Rian memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelancaran arus mudik, terutama bagi lansia dan keluarga yang membawa banyak perlengkapan. Namun, di balik dedikasi tersebut, terdapat pengorbanan pribadi yang cukup besar yang harus ia tanggung setiap tahunnya.

"Saya sudah akrab dengan beratnya barang bawaan penumpang sejak tahun 2006, namun ada satu hal yang terus saya tahan setiap tahunnya, yaitu keinginan untuk pulang," kata Rian Cahya saat menceritakan pengalamannya.

Rian mengakui bahwa rutinitas membantu orang lain di saat Lebaran telah menjadi bagian dari identitasnya sebagai pekerja di sektor transportasi. Meskipun rasa rindu terhadap keluarga di kampung halaman sering kali muncul, ia memilih untuk memprioritaskan tanggung jawab profesionalnya.

"Setiap tahun saya harus menunda rindu demi memastikan para penumpang bisa sampai ke tujuan dengan bantuan tenaga yang saya berikan," ujar Rian Cahya dengan nada yang tenang.

Dampak dari lonjakan penumpang di masa angkutan Lebaran memang menuntut kesiapan fisik dan mental yang ekstra bagi para pekerja lapangan seperti Rian. Baginya, melihat wajah-wajah penuh harap dari para pemudik yang akan bertemu keluarga adalah sebuah kepuasan tersendiri.