Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan kekayaan negara. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah lembaga yang dipandangnya telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Dalam pandangannya, Danantara bukan hanya sekadar badan investasi, melainkan sebuah pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Keberhasilan Danantara, menurut Prabowo, tercermin dari peningkatan signifikan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau menyoroti pencapaian luar biasa di tahun 2025, di mana Danantara berhasil meningkatkan return on asset (ROA) hingga 300%. Angka ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan indikator nyata dari efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset negara yang semakin baik.

Prabowo menyampaikan apresiasi ini dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Kehadirannya secara langsung menunjukkan komitmen dan dukungan penuh pemerintah terhadap peran strategis Danantara dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Saya mendapatkan laporan, dan saya merasa sangat gembira, return on asset di tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya telah meningkat lebih dari 300 persen. Ini adalah pencapaian yang sangat baik," ungkap Prabowo dalam pidatonya. Ungkapan kegembiraan ini mencerminkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia di bawah pengelolaan yang profesional dan terarah.

Sebagai informasi tambahan, return on asset (ROA) adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efisien perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba. Peningkatan ROA yang signifikan pada BUMN menunjukkan bahwa Danantara telah berhasil menerapkan strategi investasi dan pengelolaan yang tepat, sehingga memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pencapaian Indonesia dalam memiliki sovereign wealth fund (SWF) yang masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Beliau bahkan memprediksi bahwa Danantara berpotensi menjadi lembaga pengelola kekayaan negara nomor 6 atau 7 di dunia. Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi asing dan memperkuat posisinya dalam peta ekonomi global.

"Kita juga patut bersyukur bahwa manajemen selama satu tahun ini telah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan kemauan yang benar, ya, dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasilnya sudah terlihat," kata Prabowo. Pernyataan ini menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen yang kuat dalam pengelolaan kekayaan negara.

Menurut Prabowo, sederet keberhasilan yang telah dicapai oleh Danantara membuktikan bahwa pembentukan lembaga ini adalah langkah yang tepat. Khususnya dalam pengelolaan BUMN, beliau menekankan bahwa dengan jumlah perusahaan yang sangat banyak, diperlukan satu entitas manajemen yang kuat dan terpusat agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal oleh negara.

"Ini membuktikan premis kita dalam mendirikan Danantara. Bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik jika tidak berada dalam satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, tetapi lebih dari 1.000 perusahaan," ujar Prabowo.