Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan memperluas kemudahan transaksi digital melalui pengembangan fitur QRIS Tap In Tap Out (TITO) di aplikasi super BRImo. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran secara contactless pada layanan transportasi publik seperti Transjakarta, memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih cepat, efisien, dan nyaman.
Langkah strategis BRI ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk transportasi publik. Integrasi QRIS TITO di BRImo pada layanan Transjakarta merupakan terobosan yang signifikan, karena mempermudah akses dan pembayaran bagi jutaan pengguna transportasi publik di Jakarta. Dengan semakin mudahnya pembayaran, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota.
QRIS Tap In Tap Out sendiri merupakan sistem pembayaran digital yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi secara nirkabel dalam jarak dekat, sehingga pengguna tidak perlu lagi memindai kode QR secara manual. Cukup dengan mendekatkan ponsel Android yang telah mendukung NFC ke perangkat pembayaran yang tersedia di halte atau gerbang masuk Transjakarta, transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Keunggulan utama dari QRIS TITO adalah kemudahan dan kecepatan transaksi. Pengguna tidak perlu lagi repot mencari uang tunai, mengantri di loket, atau membuka aplikasi kamera untuk memindai kode QR. Cukup dengan satu sentuhan, pembayaran langsung terproses dan pengguna dapat melanjutkan perjalanan mereka. Hal ini tentu sangat menguntungkan, terutama bagi mereka yang sering menggunakan Transjakarta dan membutuhkan solusi pembayaran yang praktis dan efisien.
Selain kemudahan dan kecepatan, QRIS TITO juga menawarkan fleksibilitas yang tinggi. Fitur ini mendukung berbagai sumber dana, mulai dari rekening bank hingga kartu kredit. Sistem ini juga kompatibel dengan transaksi lintas bank dan dompet digital yang telah mengadopsi standar QRIS nasional. Artinya, pengguna BRImo dapat menggunakan QRIS TITO untuk membayar Transjakarta, bahkan jika mereka memiliki saldo di bank atau dompet digital lain yang terhubung dengan QRIS.
Pengembangan QRIS TITO di BRImo merupakan bagian dari upaya BRI untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi. BRI menyadari bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan digital semakin meningkat, terutama di era digital yang serba cepat dan praktis ini. Oleh karena itu, BRI terus berinovasi dan mengembangkan fitur-fitur baru yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, mulai dari pembayaran tagihan, transfer dana, hingga investasi dan pinjaman.
Peluncuran fitur QRIS Tap BRImo di layanan Transjakarta secara resmi dilakukan pada hari Selasa, 10 Maret, di Halte Transjakarta CSW, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Kaspar Situmorang selaku Group Head Digital Retail Banking Group BRI dan Yunki Syailendra selaku Kepala Divisi Penjualan Transjakarta. Kehadiran para petinggi dari kedua belah pihak menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjalin kolaborasi yang berkelanjutan dalam menghadirkan solusi pembayaran digital yang lebih baik bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Kaspar Situmorang menekankan pentingnya inovasi dalam layanan keuangan digital untuk mendukung mobilitas masyarakat. Beliau mengatakan bahwa BRI terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang praktis, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban. Dengan QRIS Tap, pengguna BRImo tidak perlu lagi memindai kode QR secara manual, sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat dan mudah.
Sementara itu, Yunki Syailendra menyambut baik kolaborasi dengan BRI dalam menghadirkan metode pembayaran digital yang lebih praktis bagi pengguna Transjakarta. Beliau berharap bahwa inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna transportasi publik, sehingga semakin banyak masyarakat yang memilih menggunakan Transjakarta sebagai moda transportasi utama mereka.