Jakarta – Di tengah pusaran tantangan global dan kebutuhan mendesak untuk diversifikasi ekonomi, sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia menemukan momentum baru. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) dengan visi yang diperbarui, meluncurkan Astakarya, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk mentransformasi ekonomi kreatif Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Peluncuran Astakarya berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKRAFS 2026 yang diadakan di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara ini menjadi wadah konsolidasi nasional yang mempertemukan perwakilan dari 38 provinsi, 288 kabupaten/kota, serta 12 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN). Tujuan utama dari pertemuan akbar ini adalah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia secara komprehensif.
Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa era ekonomi kreatif sebagai pelengkap sudah usai. Menurutnya, ekonomi kreatif harus diposisikan sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. "Kita tidak bisa lagi menganggap ekonomi kreatif sebagai sektor sampingan. Ini adalah saatnya untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung yang menopang perekonomian Indonesia," tegas Kawendra.
Astakarya sendiri merupakan respons GEKRAFS terhadap kebutuhan mendesak untuk inovasi dan adaptasi dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Nama ini terinspirasi dari visi pembangunan nasional dan mencerminkan semangat untuk menciptakan karya-karya unggul yang memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara.
"Setelah kongres, GEKRAFS segera mengadakan rapat pimpinan dan menghasilkan program unggulan yang kami namakan Astakarya. Jika Presiden Prabowo memiliki Astacita, maka GEKRAFS memiliki Astakarya," jelas Kawendra dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.
Astakarya mencakup delapan program strategis yang saling terkait dan dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Kedelapan program tersebut adalah:
- Cefa (Creative Finance Access): Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendanaan bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif. Cefa akan memfasilitasi akses ke berbagai sumber pendanaan, termasuk perbankan, lembaga keuangan non-bank, venture capital, dan platform crowdfunding. Selain itu, program ini juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif dalam menyusun proposal pendanaan yang menarik dan meyakinkan.
- Diple (Digital Intellectual Property Legal Ecosystem): Program ini berfokus pada penguatan ekosistem legal dan perlindungan kekayaan intelektual (KI) di era digital. Diple akan memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya KI, memfasilitasi pendaftaran KI, serta memberikan bantuan hukum kepada pelaku ekonomi kreatif yang mengalami pelanggaran KI. Program ini juga akan bekerja sama dengan platform digital untuk memberantas pembajakan dan pelanggaran KI online.
- Gandi (Generasi Digital Kreatif Indonesia): Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pelaku ekonomi kreatif. Gandi akan menyelenggarakan pelatihan dan workshop mengenai berbagai aspek digital, seperti pemasaran online, e-commerce, media sosial, dan pengembangan konten digital. Program ini juga akan memberikan akses ke platform dan tools digital yang relevan bagi pelaku ekonomi kreatif.
- Digimap (Digital Mapping for Creative Industries): Program ini akan membuat peta digital yang komprehensif mengenai ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Digimap akan memetakan berbagai aspek, seperti jumlah pelaku ekonomi kreatif, jenis usaha kreatif, lokasi usaha kreatif, dan potensi pasar. Peta digital ini akan menjadi sumber informasi yang berharga bagi pemerintah, investor, dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengambil keputusan strategis.
- Artpay (Artisan Payment Standard): Program ini memperjuangkan standar honor yang layak bagi para pekerja kreatif. Artpay akan melakukan survei mengenai standar honor yang berlaku di berbagai sektor ekonomi kreatif, serta mengadvokasi penetapan standar honor minimum yang adil. Program ini juga akan memberikan edukasi kepada pelaku ekonomi kreatif mengenai hak-hak mereka sebagai pekerja.
- Youthem (Youth Empowerment for Creative Economy): Program ini membuka ruang bagi talenta muda untuk berkontribusi dalam ekonomi kreatif. Youthem akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti kompetisi, workshop, dan mentoring, untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta muda di bidang kreatif. Program ini juga akan memfasilitasi akses ke peluang kerja dan magang di perusahaan-perusahaan kreatif.
- Rechub (Regional Creative Hub): Program ini bertujuan untuk memperkuat creative hub di berbagai daerah di Indonesia. Rechub akan memberikan dukungan kepada creative hub yang sudah ada, serta mendorong pendirian creative hub baru di daerah-daerah yang potensial. Dukungan yang diberikan meliputi pendanaan, pelatihan, dan akses ke jaringan.
- Globe (Global Outreach for Indonesian Creative Products): Program ini mendorong ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global. Globe akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif dalam mempersiapkan produk mereka untuk pasar ekspor. Program ini juga akan memfasilitasi partisipasi dalam pameran dagang internasional dan misi dagang ke negara-negara target.
Dewan Pembina GEKRAFS, Sandiaga Uno, dalam sambutannya menekankan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. "Ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat identitas bangsa. Kita perlu memperkuat kolaborasi agar potensi ini benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional," ujar Sandiaga.
Sandiaga juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor swasta dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan di bidang ekonomi kreatif.