Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terjadi selama periode mudik Lebaran. Proyeksi menunjukkan bahwa sekitar 9 juta penumpang diperkirakan akan menggunakan transportasi udara untuk melakukan perjalanan mudik, sebuah angka yang signifikan dan menuntut persiapan matang dari seluruh pihak terkait.
Proyeksi dan Persiapan Menyeluruh
Angka 9 juta penumpang merupakan estimasi yang didasarkan pada tren peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran dari tahun-tahun sebelumnya. Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya silaturahmi, serta ketersediaan berbagai pilihan moda transportasi turut berkontribusi pada peningkatan jumlah pemudik setiap tahunnya.
Menyadari potensi lonjakan ini, InJourney telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan ribuan personel di berbagai bandara yang mereka kelola. Personel ini terdiri dari petugas keamanan, petugas layanan pelanggan, petugas operasional, serta tenaga medis yang siap memberikan bantuan dan memastikan kelancaran proses keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, secara langsung meninjau kesiapan arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua fasilitas dan layanan bandara berfungsi dengan baik dan siap melayani para pemudik dengan optimal.
Fokus pada Layanan dan Keamanan
Salah satu fokus utama InJourney adalah memastikan kenyamanan dan keamanan para penumpang selama periode mudik Lebaran. Berbagai langkah penguatan layanan telah disiapkan, mulai dari peningkatan kapasitas check-in counter, penambahan personel keamanan di area pemeriksaan, hingga penyediaan fasilitas ruang tunggu yang nyaman dan memadai.
Selain itu, InJourney juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti maskapai penerbangan, ground handling, dan otoritas bandara, untuk memastikan koordinasi yang baik dalam menangani lonjakan penumpang. Koordinasi ini mencakup pengaturan jadwal penerbangan, penanganan bagasi, serta pengaturan lalu lintas kendaraan di area bandara.
Personel Siaga dan Posko Angkutan Lebaran