KABARNUSANTARA.ID - Arus balik Lebaran 2026 di kawasan Jalur Selatan Jawa Barat kini mulai menunjukkan tren peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. Para pemudik terpantau mulai bergerak meninggalkan kampung halaman menuju arah Jakarta melalui lintasan Nagreg dan Bogor.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengendara agar tetap nyaman selama perjalanan panjang menuju ibu kota. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, pergerakan kendaraan sudah mulai memadati titik-titik krusial di wilayah Jawa Barat sejak beberapa waktu terakhir.

Sebagai langkah antisipasi kemacetan parah, pihak kepolisian di wilayah Garut telah mengambil tindakan diskresi kepolisian yang cukup intensif. Langkah ini diambil demi memastikan kelancaran arus lalu lintas yang datang dari arah timur menuju barat agar tidak terjadi stagnasi.

"Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali di jalur Garut untuk mengurai penumpukan kendaraan," ujar pihak otoritas terkait dalam laporan situasi lalu lintas tersebut.

Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan balik, sangat disarankan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan guna menghindari puncak kepadatan. Prediksi menunjukkan bahwa lonjakan volume kendaraan paling tinggi akan terjadi dalam waktu dekat.

Selain tanggal tersebut, akhir pekan juga diprediksi akan menjadi momen krusial bagi para pemudik untuk kembali ke perantauan secara bersamaan. Hal ini berpotensi menimbulkan perlambatan laju kendaraan di jalur-jalur utama seperti Nagreg dan Bogor.

"Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan berlangsung pada 24 Maret dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir pekan," kata narasumber dalam keterangannya mengenai estimasi kepadatan lalu lintas.

Untuk menghadapi situasi ini, pemudik diimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan jauh. Memanfaatkan aplikasi peta digital juga menjadi solusi praktis untuk memantau titik-titik kemacetan secara real-time di sepanjang jalur selatan.

Penggunaan jalur alternatif juga bisa menjadi opsi bijak, asalkan pengendara tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Kesabaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kecelakaan saat terjadi kepadatan volume kendaraan.