KABARNUSANTARA.ID - Keluarga besar TNI di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah diselimuti suasana duka mendalam menyusul gugurnya salah satu putra terbaik daerah tersebut dalam tugas negara. Peristiwa heroik ini terjadi di wilayah Papua.

Prada Marinir Andi Suvio dilaporkan gugur saat terlibat dalam kontak senjata intensif dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua. Kejadian tragis ini tercatat pada hari Minggu, 22 Maret 2026, tepatnya pukul 06.35 WIT.

Almarhum Prada Andi Suvio berasal dari Bojongjati, yang beralamat di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran. Ia merupakan prajurit aktif yang mengabdi di Satuan Yonif 7 Marinir.

Saat gugur, Prada Andi Suvio sedang menjalankan tugas penting dalam operasi keamanan di wilayah Papua Barat Daya. Kontribusinya dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah tersebut sangatlah berarti.

Kejadian ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer setempat. Proses evakuasi jenazah almarhum telah dilakukan dengan protokol yang ditetapkan oleh TNI.

Komandan Pos TNI AL Pangandaran, Letda Laut Dadang Darjat, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan status jenazah. Ia memastikan proses pemulangan jenazah telah dimulai.

"Jenazah almarhum telah dievakuasi dan diberangkatkan dari Sorong menuju Jakarta pada Senin pagi," ujar Letda Laut Dadang Darjat.

Pemberangkatan jenazah dari Sorong menuju Jakarta pada Senin pagi menunjukkan upaya cepat pihak TNI untuk memulangkan pahlawan daerah tersebut kepada keluarga besarnya di Pangandaran. Langkah ini diambil setelah proses evakuasi berjalan lancar di lokasi kontak senjata.

Pangandaran kini berduka atas pengorbanan salah satu prajurit terbaiknya dalam menjaga stabilitas keamanan di ujung timur Indonesia. Keluarga dan masyarakat setempat tengah bersiap menyambut kedatangan jenazah pahlawan mereka.