KABARNUSANTARA.ID - Puncak arus balik pasca-libur Idulfitri diprediksi terjadi pada hari Senin, 23 Maret 2026, mendorong otoritas kepolisian mengambil langkah signifikan untuk menjaga kelancaran distribusi lalu lintas.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara resmi mengaktifkan sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau yang dikenal sebagai one way pada sore hari tersebut. Langkah ini ditujukan khusus untuk jalur yang mengarah menuju ibu kota negara, Jakarta.
Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap volume kendaraan yang diproyeksikan memadati jalur utama penghubung Jawa Tengah dan Jakarta pada momen H+2 Lebaran.
Aktivasi penuh skema one way ini dimulai tepat pada pukul 17.08 WIB, waktu di mana arus kendaraan dari wilayah Jawa Tengah mulai diintegrasikan secara total menuju Jakarta.
Penerapan sistem satu arah ini mencakup bentangan ruas jalan tol yang cukup panjang, membentang dari KM 263 Tol Pejagan-Pemalang hingga mencapai KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.
Sebelum mekanisme jalur satu arah ini diresmikan dan dibuka untuk kendaraan dari arah barat, petugas telah melakukan persiapan intensif sejak pukul 14.00 WIB.
Persiapan tersebut meliputi sterilisasi menyeluruh terhadap jalur utama dan area peristirahatan (rest area) untuk mencegah adanya potensi kendaraan terjebak dari arah yang berlawanan.
"Tepat pada pukul 17.08 WIB, arus kendaraan dari arah Jawa Tengah dialirkan penuh menuju Jakarta," demikian keterangan yang disampaikan mengenai waktu dimulainya rekayasa lalu lintas tersebut.
"Penerapan one way lokal ini membentang cukup panjang, mulai dari KM 263 (Tol Pejagan-Pemalang) hingga KM 70 (Tol Jakarta-Cikampek)," jelas pihak Korlantas mengenai cakupan geografis kebijakan ini.