Jakarta – PT Star Energy Geothermal (SEG), anak usaha dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), mengambil langkah strategis dengan menggandeng SLB, perusahaan teknologi energi global terkemuka. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek panas bumi, baik di Indonesia maupun di kancah internasional, melalui penerapan teknologi mutakhir dan keahlian yang mendalam. Penandatanganan serangkaian perjanjian dan kerangka kerja sama menjadi bukti komitmen kedua belah pihak dalam mewujudkan visi energi bersih dan berkelanjutan.
Hendra Tan, Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus CEO Grup Star Energy Geothermal, mengungkapkan bahwa fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan proyek panas bumi Sekincau yang terletak di Indonesia. Lebih dari itu, kerangka kerja sama ini juga mencakup identifikasi, evaluasi, dan perencanaan peluang pengembangan panas bumi di luar negeri, termasuk pasar potensial di Amerika Utara. Selain itu, SLB juga akan menyediakan layanan pengeboran terintegrasi secara penuh untuk mendukung fase pengembangan proyek Sekincau.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber energi panas bumi global di masa depan. Kami melihat peluang besar untuk mengubah potensi ini menjadi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan Star Energy Geothermal terhadap potensi panas bumi Indonesia dan ambisi perusahaan untuk menjadi pemain kunci dalam industri energi terbarukan global.
Kemitraan strategis ini, menurut Hendra, memposisikan energi panas bumi sebagai solusi global yang efektif untuk mempercepat pengurangan emisi karbon dan menciptakan nilai berkelanjutan di berbagai benua. Lebih lanjut, kerja sama ini menandai fase baru dalam hubungan yang telah terjalin antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang sebelumnya telah bekerja sama dalam berbagai proyek berbasis teknologi. Dengan menggabungkan keahlian operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan teknologi dan keahlian teknis SLB yang mendalam, kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja di seluruh fase proyek panas bumi.
"Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan memiliki potensi untuk diperluas ke tingkat internasional. Kami percaya bahwa kemitraan ini akan memposisikan panas bumi sebagai pilar utama dalam transisi energi Indonesia, serta sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat pengurangan emisi, meningkatkan ketahanan energi, dan menciptakan nilai berkelanjutan di berbagai benua," tegas Hendra.
Nurzhan Ongaltayev, Direktur Pelaksana SLB Indonesia, menekankan bahwa integrasi teknologi canggih sangat penting untuk meningkatkan skala proyek panas bumi agar menjadi sumber energi yang andal dan stabil. "Peningkatan skala proyek panas bumi membutuhkan kombinasi antara teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, dan kepatuhan terhadap kinerja operasional yang tinggi, yang diintegrasikan di seluruh fase proyek," jelas Nurzhan.
Lebih lanjut, Nurzhan menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan memanfaatkan keahlian SLB di bidang konsultasi pemetaan bawah permukaan dan pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman seperti Star Energy Geothermal. Dukungan ini mencakup pelaksanaan proyek di Indonesia hingga penjajakan peluang di pasar internasional.
Kemitraan antara Star Energy Geothermal dan SLB ini memiliki implikasi yang signifikan bagi industri energi terbarukan di Indonesia dan di seluruh dunia. Beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi adalah:
-
Peningkatan Kapasitas Panas Bumi: Kolaborasi ini berpotensi untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia dan di negara lain. Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan keahlian yang mendalam, proyek-proyek panas bumi dapat dikembangkan dengan lebih efisien dan efektif.