Aceh Tengah – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, terjun langsung ke lokasi untuk meninjau perkembangan penanganan longsor, sebagai tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada Februari lalu dan arahan tegas dari Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan bencana yang komprehensif dan terintegrasi.
Kunjungan Menteri PU ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespon cepat dan efektif terhadap bencana alam yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Kehadiran langsung di lapangan memungkinkan evaluasi yang lebih akurat terhadap kondisi terkini dan penyesuaian strategi penanganan yang lebih tepat sasaran.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dampak longsoran semakin meluas, dengan panjang badan jalan yang terdampak mencapai sekitar 175 meter. Kondisi ini semakin diperparah dengan perkembangan longsoran yang progresif, mencapai sekitar 4 meter per hari pada periode sebelumnya. Faktor utama yang memicu laju longsoran ini adalah aliran air yang meresap ke dalam rongga tanah di bawah permukaan, menggerus struktur tanah dan menyebabkan ketidakstabilan.
Menyadari urgensi situasi ini, Menteri Dody menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah teknis untuk menghentikan laju longsoran. Fokus utama adalah pengendalian aliran air yang menjadi penyebab utama runtuhnya tebing. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), serta masukan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
"Sudah ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh teman-teman berdasarkan kajian teknis bersama tim pakar dari ITB dan Unsyiah. Tadi juga ada masukan dari Pak Bupati Bener Meriah yang kami minta tim untuk mengkaji lagi, salah satunya adalah kemungkinan pembangunan embung," ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya.
Pembangunan embung menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk mengendalikan aliran air dan mencegah resapan berlebihan ke dalam tanah. Embung berfungsi sebagai penampung air hujan dan air permukaan, sehingga mengurangi volume air yang meresap ke dalam tanah dan berpotensi memicu longsor.
Indikasi awal menunjukkan bahwa meluasnya longsoran disebabkan oleh resapan air yang terus mengalir ke dalam rongga tanah. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan stabilisasi kondisi di sekitar lokasi sebelum melakukan penguatan permanen pada area tersebut. Langkah-langkah stabilisasi ini bertujuan untuk menghentikan laju longsoran dan mencegah dampak yang lebih parah.
"Awalnya ada resapan air di bawah yang membuat lubang melebar. Bahkan sebelumnya sempat berkembang sampai sekitar empat meter per hari. Sekarang kita lihat sudah jauh berkurang karena saluran yang menuju ke lubang sudah mulai kering," jelas Menteri Dody.
Upaya pengendalian aliran air yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif, dengan penurunan signifikan dalam laju perkembangan longsoran. Namun, tantangan masih ada, mengingat kompleksitas kondisi geologi dan hidrologi di wilayah tersebut.