KABARNUSANTARA.ID - Perayaan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri di Sukabumi harus berakhir dengan kesedihan mendalam bagi salah satu keluarga. Suasana suka cita yang seharusnya menyelimuti malam itu seketika berubah menjadi insiden yang menimbulkan luka serius.
Korbannya adalah seorang anak laki-laki yang diperkirakan berusia antara 9 hingga 12 tahun. Insiden ini terjadi akibat terkena ledakan petasan yang diduga diarahkan langsung ke area wajahnya.
Peristiwa nahas tersebut tercatat terjadi pada Jumat malam, tepatnya tanggal 20 Maret. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya penggunaan kembang api saat perayaan berlangsung.
Korban segera mendapatkan penanganan medis darurat setelah insiden tersebut. Anak laki-laki dengan inisial JD tersebut segera dibawa menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat.
Kondisi korban saat tiba di rumah sakit dilaporkan mengalami trauma serius pada kedua matanya. Trauma ini diakibatkan oleh dampak langsung dari ledakan petasan atau kembang api yang meletus.
"Korban berinisial JD sempat dilarikan ke IGD RSUD Al-Mulk dalam kondisi mata mengalami trauma," dilansir dari sumber berita. Hal ini menunjukkan kecepatan respons pihak keluarga dalam memberikan pertolongan pertama.
Dampak Gejolak Timur Tengah Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Pasar Keuangan Domestik Indonesia
Lebih lanjut, status medis korban diperparah oleh jenis cedera yang dialami. "Korban dilaporkan mengalami luka usai terkena kembang api atau petasan," tambah keterangan yang diterima.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi penggunaan bahan peledak hiburan selama momen perayaan berlangsung. Pengawasan ketat sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Pihak medis di RSUD Al-Mulk kini tengah berupaya memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan kondisi mata bocah tersebut. Harapannya, cedera yang dialami tidak meninggalkan dampak jangka panjang pada penglihatan korban.