Momen berbuka puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu waktu yang paling dinantikan oleh setiap umat Muslim. Bukan hanya sekadar mengakhiri dahaga dan lapar seharian, waktu berbuka puasa juga sarat akan keberkahan, termasuk sebagai saat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Mengingat jadwal berbuka puasa yang bervariasi di setiap daerah akibat perbedaan letak geografis dan posisi matahari, sangat penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui jadwal yang berlaku di wilayah masing-masing.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, pada hari Selasa, 3 Maret 2026, umat Muslim di Padang akan melaksanakan berbuka puasa tepat pada pukul 18:37 WIB, bertepatan dengan kumandangnya azan Magrib. Sesaat setelah itu, azan Isya akan berkumandang pada pukul 19:46 WIB, menandai dimulainya waktu salat Isya dan salat Tarawih.
Bagi Anda yang berada di Bukittinggi, waktu berbuka puasa pada hari yang sama, Selasa, 3 Maret 2026, jatuh pada pukul 18:41 WIB, seiring dengan azan Magrib. Selanjutnya, waktu salat Isya dan Tarawih di Bukittinggi dimulai pada pukul 19:46 WIB. Informasi terperinci mengenai jadwal salat harian selama Ramadhan di berbagai daerah, termasuk Bukittinggi, dapat diakses melalui laman resmi Bimas Islam Kemenag di https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat.
Selain mengetahui jadwal berbuka, memahami adab berbuka puasa sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW juga menjadi hal yang penting. Berdasarkan panduan dari laman Baznas, berikut adalah beberapa adab yang dianjurkan:
Pertama, menyegerakan berbuka. Begitu waktu Magrib tiba, dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan makan dan minum. Rasulullah SAW bersabda bahwa umatnya senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.
Kedua, membaca basmalah dan berdoa. Sebelum memulai makan dan minum, ucapkanlah "Bismillah" dan dilanjutkan dengan doa berbuka puasa. Terdapat dua bacaan doa yang populer:
- "Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruu’u wa tsabatal ajru insya Allah." (Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.)
- "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar-roohimiina." (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.)
Ketiga, berbuka dengan kurma atau air. Jika tersedia, sunnahnya adalah berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, maka kurma kering (tamr) atau seteguk air putih sudah mencukupi.
Keempat, mendahulukan salat Magrib. Salat Magrib adalah ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Setelah membatalkan puasa dengan kurma atau air, bersegeralah menunaikan salat Magrib sebelum melanjutkan makan dengan hidangan yang lebih mengenyangkan.