Bener Meriah, Aceh – Di tengah tantangan pemulihan pasca bencana, komitmen pemerintah untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terus diperkuat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, bersama dengan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, melakukan kunjungan kerja ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan layanan air bersih yang krusial bagi kehidupan sehari-hari warga, setelah infrastruktur vital tersebut mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Kunjungan yang dilaksanakan pada Senin, 9 Maret, menjadi momentum penting untuk meninjau langsung kondisi Intake Batu Lepek, jantung dari sistem SPAM Lampahan. Intake ini berfungsi sebagai sumber utama pengambilan air baku, yang kemudian dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lampahan. Di IPA inilah, air mentah diproses dan diolah sehingga memenuhi standar kualitas air minum yang aman dikonsumsi oleh masyarakat. Setelah melalui proses pengolahan, air bersih didistribusikan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga.

Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PUPR memprioritaskan percepatan penanganan infrastruktur air minum. Akses terhadap air bersih merupakan hak dasar setiap warga negara, dan pemerintah berkewajiban untuk memenuhinya, terutama dalam situasi darurat seperti pasca bencana. Upaya pemulihan SPAM Lampahan merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai.

"SPAM Lampahan ini sangat vital bagi masyarakat Bener Meriah. Setelah sempat mengalami kerusakan, kami telah melakukan perbaikan dan saat ini sudah berfungsi kembali. SPAM ini mampu memberikan layanan air bersih bagi hampir 3.000 kepala keluarga (KK)," ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya SPAM Lampahan bagi kehidupan masyarakat setempat. Keberadaannya bukan hanya sekadar menyediakan air, tetapi juga menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Penanganan SPAM Lampahan dilakukan secara komprehensif dan bertahap. Dimulai dari pemulihan sumber air, perbaikan infrastruktur pengolahan, hingga penguatan sistem distribusi. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan air bersih dapat berjalan berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara.

"Setelah ini, kami akan menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan kapasitas 20 liter per detik. Tujuannya adalah agar seluruh air yang disalurkan ke rumah tangga telah melalui proses pengolahan yang memadai, sehingga dapat meminimalisir risiko pencemaran atau kontaminasi bakteri," jelas Menteri Dody. Penambahan kapasitas IPA ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat. Dengan teknologi pengolahan yang lebih modern, diharapkan air yang dihasilkan akan lebih bersih, sehat, dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhi, menambahkan bahwa IPA Lampahan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. "IPA Lampahan memiliki kapasitas sekitar 20-30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 4 hingga 5 desa di wilayah sekitar. Alhamdulillah, saat ini instalasi ini sudah mulai difungsionalkan," jelas Tommy.

Tim BPBPK Aceh juga telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk membersihkan material longsoran dan sedimen di area intake serta membuka kembali akses menuju lokasi agar proses perbaikan dapat berjalan lebih optimal. Upaya ini menunjukkan kesigapan dan respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana.

"Kami juga melakukan perlindungan terhadap sumber air agar tidak tercemar oleh aktivitas di sekitar kawasan, sehingga kualitas air yang diolah tetap terjaga," kata Tommy. Perlindungan sumber air merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan SPAM Lampahan. Dengan menjaga kualitas air baku, biaya pengolahan dapat ditekan dan risiko pencemaran dapat diminimalisir.