Jakarta – Serangkaian ledakan dahsyat mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina, sebelum fajar Minggu, 22 Februari 2026. Serangan rudal balistik ini terjadi hanya dua hari sebelum peringatan empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, menandakan eskalasi ketegangan yang mengkhawatirkan.

Serangan Rudal Balistik di Kyiv

Sekitar pukul 04:00 pagi waktu setempat (02:00 GMT), sirene serangan udara meraung di Kyiv, diikuti oleh rentetan ledakan keras. Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengkonfirmasi melalui akun Telegramnya bahwa "musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik." Ia mendesak warga untuk segera mencari perlindungan. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kebakaran di atap sebuah bangunan tempat tinggal.

Menyusul serangan di Kyiv, angkatan udara Ukraina memperluas peringatan serangan udara ke seluruh negeri, mengindikasikan adanya ancaman rudal yang lebih luas. Peningkatan kewaspadaan juga terasa di sepanjang perbatasan barat Ukraina.

Respons Internasional dan Serangan di Lviv

Menanggapi situasi tersebut, Komando Operasional Polandia mengumumkan pengerahan jet tempur setelah mendeteksi "penerbangan jarak jauh Federasi Rusia yang melakukan serangan di wilayah Ukraina." Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah ledakan serupa mengguncang kota Lviv di barat Ukraina, dekat perbatasan Polandia.

Di Lviv, ledakan terjadi di sebuah jalan perbelanjaan pusat sekitar pukul 12:30 pagi waktu setempat (22:30 GMT Sabtu). Insiden ini menewaskan seorang polisi wanita dan melukai 15 orang lainnya, yang sedang menanggapi laporan pembobolan. Walikota Lviv, Andriy Sadovyi, menyebut peristiwa ini sebagai "tindakan terorisme," meskipun rincian mengenai pelaku belum diungkapkan.

Tren Eskalasi Serangan Jauh dari Garis Depan

Fenomena serangan yang terjadi jauh dari garis depan pertempuran, seperti yang terjadi di Kyiv dan Lviv, semakin sering dilaporkan dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan perubahan taktik dan jangkauan serangan yang semakin meluas, menciptakan ketidakpastian dan ancaman keamanan yang lebih merata bagi penduduk sipil di seluruh Ukraina.