Bulan Masih "Bernapas": Retakan Baru Ungkap Aktivitas Tektonik dan Potensi Gempa di 2026
Jakarta – Miliaran tahun tak membuat Bulan menjadi satelit yang diam. Para ilmuwan kini menemukan bukti kuat bahwa permukaan Bulan terus bergerak dan mengalami pengecilan, bahkan membentuk retakan baru yang berpotensi menjadi sumber gempa Bulan atau moonquake. Temuan terbaru ini membuka pandangan baru mengenai dinamika internal Bulan dan implikasinya bagi eksplorasi antariksa di masa depan.
Peta Global Fitur Tektonik Terbaru di Bulan
Studi yang dipublikasikan dalam The Planetary Science Journal baru-baru ini berhasil menyajikan peta global pertama dari fitur geologis kecil yang disebut small mare ridges (SMR) di permukaan dataran gelap Bulan, atau Lunar Maria. Fitur-fitur ini merupakan indikator geologis terbaru yang menunjukkan bahwa Bulan terus mengalami perubahan struktural akibat penyusutan dan kontraksi permukaannya seiring waktu.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik aktif, Bulan tidak memiliki fenomena tersebut. Permukaan Bulan tersusun dari satu kerak tunggal yang secara bertahap mendingin dan menyusut. Proses pendinginan dan penyusutan ini menghasilkan gaya kompresi dari dalam yang mendorong terbentuknya fitur-fitur geologis unik, seperti lobate scarps (tebing melengkung) dan kini, SMR.
"Sejak era Apollo, kita sudah mengetahui tentang banyaknya lobate scarps di dataran tinggi Bulan. Namun, ini adalah pertama kalinya para ilmuwan mendokumentasikan secara luas keberadaan fitur serupa di Dataran Maria Bulan (Lunar Maria)," ujar Cole Nypaver, geolog pascadoktoral di Center for Earth and Planetary Studies dan penulis utama makalah ini, seperti dikutip dari Science Daily pada Minggu, 22 Februari 2026.
Penemuan ini memberikan perspektif global yang komprehensif mengenai tektonik terbaru di Bulan, yang sangat krusial untuk pemahaman lebih mendalam mengenai interior, sejarah termal, dan aktivitas seismik Bulan, termasuk potensi gempa Bulan di masa depan.
Usia Muda dan Implikasi untuk Eksplorasi Masa Depan
Tim peneliti berhasil mengidentifikasi lebih dari 1.100 segmen SMR yang sebelumnya belum terdeteksi, sehingga total SMR yang diketahui kini mencapai lebih dari 2.600 di seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa fitur-fitur ini memiliki usia rata-rata sekitar 124 juta tahun. Angka ini cukup muda dalam skala geologis, hampir setara dengan usia fitur lobate scarps yang diperkirakan sekitar 105 juta tahun. Hal ini memperkuat klaim bahwa SMR termasuk dalam struktur geologi termuda di Bulan.