Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump resmi menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026. Kesepakatan bersejarah ini menetapkan rata-rata tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 19 persen, turun drastis dari ancaman tarif sebelumnya yang mencapai 32 persen. Langkah diplomasi ini menjadi bagian dari visi “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance” yang diharapkan mampu menyelamatkan jutaan lapangan kerja di sektor manufaktur nasional serta memperkuat stabilitas ekonomi di tengah gejolak perdagangan global.

Kesepakatan Tarif Resiprokal RI-AS di Bawah Kepemimpinan Prabowo

Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) merupakan instrumen kebijakan perdagangan bilateral yang mengatur tarif masuk barang antar kedua negara secara timbal balik. Dalam konteks terbaru Februari 2026, kesepakatan ini muncul sebagai respons atas kebijakan Executive Order 14257 Amerika Serikat yang sempat mengancam akan menaikkan tarif impor produk Indonesia hingga 32 persen.

Melalui negosiasi intensif yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berhasil mengamankan tarif rata-rata 19 persen. Angka ini tercatat sebagai salah satu tarif terendah yang diberikan Amerika Serikat kepada negara-negara di kawasan ASEAN dalam kerangka kerja sama serupa tahun ini.

Data dan Fakta Penting Perjanjian Dagang Indonesia-AS Februari 2026

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Sekretariat Kabinet, berikut adalah rincian utama dari hasil kesepakatan tersebut:

  • Penurunan Tarif: Tarif impor rata-rata turun dari 32% menjadi 19%.
  • Fasilitas Bebas Bea: Sebanyak 1.819 komoditas unggulan Indonesia mendapatkan tarif 0% (bebas bea masuk), termasuk produk tekstil tertentu, alas kaki, dan elektronik.
  • Komitmen Pembelian: Indonesia memfasilitasi pembelian produk Amerika Serikat senilai lebih dari US$ 30 miliar, mencakup pesawat Boeing, kedelai, jagung, daging sapi, dan teknologi energi.
  • Akses Pasar: Indonesia menghapus hambatan perdagangan untuk lebih dari 99% produk Amerika Serikat yang masuk ke pasar domestik.
  • Stabilitas IHSG: Pasca penandatanganan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merespons positif dengan penguatan ke level 8.304 pada sesi pembukaan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026.

Mengapa Kebijakan Ini Menjadi Tren Populer Saat Ini?

Topik mengenai tarif 19 persen ini mendominasi tren pencarian dan diskusi publik di Indonesia pada pekan ketiga Februari 2026 karena menyangkut nasib industri padat karya. Sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang sempat tertekan kini mendapatkan kepastian pasar di Amerika Serikat. Selain itu, sentimen positif muncul karena kemampuan diplomasi personal Presiden Prabowo yang dinilai efektif dalam melunakkan kebijakan proteksionisme “America First” yang diusung Donald Trump.